Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pembiasaan Literasi melalui WA Story

Pembiasaan Literasi melalui WA Story

193
Erna Sri Rahayu, M.Kom SMP NEGERI 1 PABELAN KABUPATEN SEMARANG
Erna Sri Rahayu, M.Kom SMP NEGERI 1 PABELAN KABUPATEN SEMARANG

Literasi berasal dari bahasa Latin ‘literatus’ yang mempunyai arti orang yang belajar. Istilah literasi menurut Wikipipedia adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Menurut Survei yang dilakukan Central Connecticut State University pada tahun 2016 di New Britain, Conn, Amerika Serikat, menempatkan Indonesia di posisi cukup memprihatinkan, yaitu urutan ke-60 dari 61 negara. Berdasar kenyataan yang memprihatikan tersebut maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggalakkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti Luhur kepada Peserta Didik dengan Mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Kegiatan literasi saat ini sedang digalakkan di seluruh satuan pendidikan termasuk di unit kerja penulis. Di SMP Negeri 1 Pabelan kegiatan literasi dilaksanakan selama 15 menit di tiap harinya sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan literasi pada umumnya dilaksanakan dengan membaca buku atau novel yang berupa media cetak. Dengan kemajuan teknologi di era sekarang ini, bukan tidak memungkinkan bahwa kegiatan literasi dapat dilakukan secara digital salah satunya media sosial. Tak dapat dipungkiri bahwa media sosial saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan, salah satunya Whatsapp (WA). Dalam WA terdapat bagian yang sering diakses oleh pengguna yakni WA Story yang kita biasa menyebutnya dengan status WA.

Status WA yang biasanya berisi curhatan maka pada pembiasaan literasi di SMP Negeri 1 Pabelan penulis mengganti isi dari tulisan status WA dengan materi pelajaran. Materi yang disampaikan penulis dalam status WA disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Status WA disajikan dalam bentuk power point yang layoutnya telah disesuaikan agar bisa tampil dalam status WA. Status WA dapat disajikan dalam bentuk gambar dengan format *.jpg/*.jpeg atau dalam bentuk video dengan format *.mpegav. Ukuran slide dalam poer point diatur dengan langkah-langkah: 1) klik Design, 2) klik Slide Size, 3) pilih Custom Slide Size, 4) kolom width dan height diisi dengan ukuran yang sama, 5) Orientation dipilih Portrait. Power point yang dihasilkan akan berbentuk persegi. Sedangkan status WA yang ditampilkan dalam bentuk video, maka power point dibuat dengan durasi slide show selama 30 detik.

Peserta didik akan mengakses status WA dari penulis ketika mereka berada di rumah. Mengapa di rumah? Karena di SMP Negeri 1 Pabelan, para peserta didik dilarang untuk membawa HP ketika kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Penulis melihat kenyataan ini bahwa kebiasaan membaca status WA adalah hal yang pasti dilakukan oleh pengguna media sosial. Hal ini dimanfaatkan oleh penulis untuk memanfaatkan status WA sebagai pembiasaan literasi sekaligus untuk kepentingan pembelajaran. Ketika peserta didik mengakses status WA milik gurunya maka secara tidak langsung mereka membaca dan belajar materi-materi TIK yang disajikan penulis dalam status WA-nya. Materi TIK yang disajikan disesuaikan dengan Kompetensi Dasar (KD) kelas IX antara lain tentang web browser, ikon-ikon di web browser dan dampak penggunaan Internet.

Dengan pembiasaan literasi melalui status WA dapat menjadi terobosan baru untuk meningkatkan budaya membaca peserta didik. Kegiatan literasi yang menyenangkan, yang semula hanya dilakukan melalui media cetak sekarang dapat dilakukan secara digital. Pelan tapi pasti bahwa kebiasaan membaca status WA dapat juga menjadi sarana pembiasaan literasi selain sebagai sarana belajar tentang materi-materi pembelajaran.

Erna Sri Rahayu, M.Kom
SMP NEGERI 1 PABELAN KABUPATEN SEMARANG