Beranda Hukum & Kriminal Pembunuh Ibu Kandung Diduga Gila

Pembunuh Ibu Kandung Diduga Gila

31
BERBAGI
Tim Inafis Polres Kudus dipimpin Kapolres Kudus AKBP Agusmam Gurning dan Kapolsek Gebog AKP Muhaimin, melakukan olah TKP di rumah korban pembunuhan. FOTO: BURHANUDDIN FIRDAUS/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Ansori (35) pelaku pembunuhan terhadap Aminah (77) warga Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri, hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Mengingat kondisi pelaku masih dalam perawatan, pihak Polres Kudus belum bisa menetapkan status pelaku  sambil menunggu hasil pemeriksaan psikologis dari dokter yang merawatnya.

“Saat ini masih dalam proses dan pelaku belum bisa ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasatreskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daeli.

Riwayat pelaku sebelum membunuh ibu kandungnya, kata Kurniawan, sejak 12 November 2009 sudah pernah menjalani perawatan di Poliklinik Jiwa RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dan ditangani dr. Sarifah Rose.

“Hasilnya, pelaku didiagnosa memiliki penyakit Schizophrenia Unspecified atau bergumul dalam halusinasi dan gangguan yang tidak terperinci,” terangnya.

Bahkan sejak 12 November 2009 lalu, pelaku menjalani rawat jalan. Selain itu, menjalani pengobatan dua kali dalam satu bulan di Poliklinik Jiwa. Selanjutnya, pada tanggal 17 Oktober hingga 25 Oktober 2014, menjalani rawat inap di RSUD.

Kemudian pada 19 Maret hingga 11 April 2015, pelaku kembali menjalani rawat inap di RSUD yang sama. Dilanjutkan pada tanggal 9 November 2016, pelaku mulai menjalani rawat jalan.

“Setelah itu pelaku putus pengobatan sampai peristiwa pembunuhan terjadi pada 28 November 2017 itu terjadi,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Ansori (35) warga Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog tega membunuh ibu kandungnya Aminah (77) pada Selasa (28/11) lalu.

Pembunuhan dilakukan dirumah korban dan pelaku di RT 2 RW 3 Dukuh Kebangsan, Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog Kudus sekitar pukul 10.00 siang.
“Dia (ansori) sempat bilang kepada saya habis membunuh ibunya karena minta uang tidak dikasih,” kata Bahrin selaku Kadus Kebangsan. (han/rif)