Beranda Hukum & Kriminal Pembunuhan Sadis di Sukoharjo Diungkap dalam Tiga Jam, Ini Kata Legislator Eva...

Pembunuhan Sadis di Sukoharjo Diungkap dalam Tiga Jam, Ini Kata Legislator Eva Yuliana

20
Eva Yuliana anggota DPR-RI komisi III

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana, mengapresiasi kerja polisi yang berhasil mengungkap dan menangkap tersangka Pembunuhan sadis terhadap satu keluarga, yang berjumlah empat orang, di Dukuh Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

“Luar biasa. Hanya dalam waktu kurang lebih 3 jam, polisi berhasil menangkap terduga pelaku. Tersangka merupakan sopir pribadi keluarga korban. Saya salut dan mengapresiasi kerja polisi. Hal ini menunjukkan kecepatan dan ketepatan polisi dalam melakukan penyelidikan. Detil demi detil di lokasi berhasil dihimpun dan diselidiki dengan akurat dan cekatan. Feeling kerja dan kinerja petugas kepolisian kita betul-betul membanggakan,” kata Eva Yuliana saat rilis dengan awak media, Minggu (23/8/2020).

Secara khusus, Eva juga mengapresiasi kepemimpinan Kapolda Jateng, Irjenpol Ahmad Luthfi, yang telah mengawal langsung pengungkapan kasus dugaan pembunuhan sadis yang menggemparkan masyarakat ini.

Kapolda bahkan secara cepat menginformasikan pengungkapan kasus dan penangkapan tersangka agar teka-teki kasus segera terbongkar. Dan tentunya, tidak menimbulkan spekulasi-spekulasi tertentu di tingkat masyarakat.

“Salam hormat saya untuk Kapolda Jateng, Irjenpol Ahmad Luthfi. Mewakili masyarakat Jawa Tengah, kami merasa keamanan dan ketertiban masyarakat sungguh terlayani dengan kinerja kepolisian,” ujar Eva yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (DP) V Jawa Tengah ini.

Eva juga sempat menyayangkan tindakan tersangka yang kelewat sadis membunuh para korban. Berdasar penyelidikan awal, tersangka nekat melakukan aksinya karena dililit hutang yang banyak. Tersangka gelap mata.

“Pembelajaran penting untuk kita. Dalam setiap masalah apa pun, seberapa pun beratnya, jangan sekali-kali mengambil jalan pintas. Apalagi berakibat tindakan kriminalitas. Komunikasi, tepo sliro, dan kegotong royongan adalah budaya kita bangsa Indonesia. Semua masalah bisa dicarikan jalan keluar bersama,” demikian pesan keibuan Eva kepada publik.

Terpisah, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya juga mengaku kaget dan prihatin ada peristiwa tragis terjadi di wilayahnya.

“Ini peristiwa luar biasa. Kami prihatin dan minta masyarakat tetap tenang mengingat Sukoharjo masih status KLB pandemi Covid19. Serahkan penyelidikan kepada polisi,” ungkapnya. (dea/bis/rit)