Beranda Politik Pemerataan Pembangunan Implementasi Amanat UUD’45

Pemerataan Pembangunan Implementasi Amanat UUD’45

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) asal Semarang, Agus Hermanto, kembali melakukan sosialisasi mengenai Wawasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Semarang, kemarin.

Pada kegiatan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat dan kader-kader dari Partai Demokrat Jawa Tengah ini, Agus Hermanto menyampaikan pentingnya pemerataan pembangunan di daerah dalam upaya mewujudkan cita-cita bernegara sesuai amanat UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Pembangunan merupakan salah satu arah atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang terencana dan dilakukan oleh suatu bangsa, negara, dan pemerintahan secara sadar menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa. Isu yang berkembang tentang pembangunan di Indonesia meskipun telah membawa perubahan tetapi hasil pembangunan belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan dan keadilan.

“Hal tersebut sebagai akibat dari disparitas pembangunan yang bertumpu pada daerah perkotaan, sementara daerah pedesaan atau perkampungan kurang mendapat perhatian. Sehingga terjadi kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), yang seharusnya semua lapisan masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan akan tetapi dalam kenyataannya masih terdapat masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, ujar Agus.

Menurut Agus berpendapat bahwa bagi tata kelola pembangunan, sejatinya pertumbuhan ekonomi berkualitas menjadi ultimate goal yang dikedepankan dalam bebagai program dan kegiatan pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan rakyat yang berkeadilan sebagai perwujudan negara hadir. Fokus pada pertumbuhan ekonomi berkualitas penting karena secara empirik berkorelasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja serta peningkatan indikator kesejahteraan lainnya.

Secara sederhana kesejahteraan rakyat yang berkeadilan tersebut ditandai oleh tiga hal yang fundamental. Pertama, semakin berkurangnya jumlah penduduk miskin. Kedua,semakin berkurangnya jumlah penduduk usia produktif yang masih menganggur. Dan ketiga, semakin mengecilnya kesenjangan ekonomi antar sesama penduduk suatu negara.

“Untuk itu, agenda pembangunan nasional, utamanya pembangunan daerah tertinggal akan berjalan sesuai amanat Negara Republik Indonesia tahun 1945, jika didukung kebijakan dan afirmasi perlakuan yang berlandasakan pemerataan menuju kesetaraan. Tentu dengan memperhatikan kearifan dan potensi lokal setempat,” ujarnya. (dni/biz/muz)

BERBAGI