Beranda Jateng Solo Pemilu Ubah Hubungan Sosial Masyarakat

Pemilu Ubah Hubungan Sosial Masyarakat

PMII Usulkan Rekonsiliasi

41
NARA SUMBER : Amir Mahmud, direktur Amir Institute menjadi nara sumber dalam Diskusi kebangsaan PMII.
NARA SUMBER : Amir Mahmud, direktur Amir Institute menjadi nara sumber dalam Diskusi kebangsaan PMII.

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pemilu 2019 dinilai sangat istimewa, pasalnya banyak kejadian yang mengguncang sejumlah hal, termasuk hubungan sosial masyarakat.

“Tensi politik kali ini cukup tinggi, banyak hal yang dipengaruhi, termasuk hubungan sosial kemasyarakatan. Pemerintah dan masyarakat harus bisa segera mengembalikan iklim hubungan sosial agar tidak kebablasan,” kata Ustad Amir Mahmud, Direktur Amir Institute, saat diskusi kebangsaan PMII di Kartasura, Sukoharjo, Rabu (1/5/2019).

Amir mengapresiasi, mahasiswa yang komitmen mendukung proses demokrasi dan tidak ikut memperkeruh keadaan. Ini menjadi satu bagian upaya mengembalikan iklim hubungan sosial masyarakat Indonesia.

“Kita apresiasi, apalagi ada statemen deklarasi sebagai pernyataan sikap mahasiswa,” imbuhnya.

Nur Habib, ketua panitia diskusi kebangsaan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menjelaskan diskusi ini salah satu langkah PMII mendukung proses rekonsiliasi pasca pemilu.

“PMII terus berperan aktif mendukung proses demokrasi di Indonesia. Kami juga serukan deklarasi dukungan proses pemilu,” kata Habib.

Diskusi kebangsaan PMII menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Ustad Amir Mahmud, Muhnizar Siagian dan Davit Zainuddin. Usai diskusi dilakukan pelantikan pengurus PMII komisariat Raden Mas Said IAIN Surakarta, Cabang Sukoharjo. M. Rexsa Asyrofi menggantikan M. Nur Habib, untuk masa kepengurusan 2019-2020.

Usai pelantikan, dibacakan pernyataan sikap PMII, yakni mendukung KPU agar bekerja dengan baik dan jangan takut dengan intimidasi pihak manapun. Mengajak mahasiswa menjaga demokrasi tetap aman. Mendukung penuh proses demokrasi. Mengajak dua pihak 01 dan 02 mengutamakan kepentingan bangsa jangan terpecah belah dan ikut menyebarkan hoax. (dea/bis/rit)