Beranda Jateng Pemkab Temanggung tak Izinkan Transportasi Berbasis Online

Pemkab Temanggung tak Izinkan Transportasi Berbasis Online

363
Transportasi Berbasis online.

JATENGPOS.CO.ID. TEMANGGUNG– Pemerintah Kabupaten Temanggung tidak mengijinkan segala bentuk transportasi berbasis on line, sebab hingga saat ini masih banyak angkutan konvensional yang masih aktif dan sangat layak menjadi angkutan.

Larangan beroperasinya transportasi berbasis on line ini kata Bupati Temanggung Bambang Sukarno, telah disampaikan melalui surat edaran Bupati tentang larangan beroperasinya trasnsportasi on line.
“Saya sudah kirim surat edaran, jangan ada transportasi berbasis on line,” kata orang nomor satu di Temanggung ini kemarin.

Ia mengatakan, berdasarkan surat edaran tersebut, pemerintah Kabupaten Temanggung telah resmi melarang beroperasinya transportasi berbasis on line.

“Keputusan ini bukan sembarangan, kami sudah memikirkan dampak negatif dan positifnya, Semua transportasi online sudah saya setop. Tidak bolek ada di Temanggung,” terang Bambang.

Bupati beranggapan, diberhentikannya seluruh operasional transportasi online itu tidak akan merugikan konsumen atau masyarakat daerah itu. Masih banyak pilihan jenis transportasi lainnya di Temanggung.

“Tidak akan merugikan sama sekali tidak akan merugikan, masyrakat masih bisa memanfaatkan trasnportasi lainnya. Masih banyak pilihan transportasi di Temanggung,” ujarnya.

Bahkan Bupati meminta agar warga untuk memanfaatkan transportasi tradisional yang masih ada seperti, angkutan kota/desa, mikrobis, ojek, becak dan andong.

“Mereka (pelaku transportasi) siap melayani masyarakat, jadi jangan bingung. Mau jarak dekat atau jauh, transportasinya ada dan siap melayani,” katanya.

Bambang beralasan, Temanggung adalah kota kecil. Masyarakat di daerahnya bisa berjalan kaki jika ingin bepergian. Bisa juga menggunakan sepeda motor dan transportasi tradisional yang selama ini sudah berjalan.

“Karena kita ini kan kota kecil, jalan saja cukup, sepeda motor saja cukup, angkutan desa kadang sepi, orang-rang sudah punya motor. Lalu ini ada motor ojek online, lah terus gimana? Saya sudah kirim surat edaran, tidak boleh ada di Temanggung. Semua transportasi online sudah saya setop. Tidak bolek ada di Temanggung,” tukas Bambang.

Bambang menambahkan, sebelum ada trasportasi berbasis on line saja, jasa transportasi sudah mengalami penurunan, dengan bertambahnya transportasi berbasis on line akan berdampak pada transportasi konvensional.

“Sebagian besar masyarakat sudah memiliki transportasi pribadi, mulai dari sepeda motor hingga mobil. Masyrakat yang belum memiliki masih bisa memanfaatkan transportasi konvensional,” tutupnya. (set/jpnn/muz)