Beranda Jateng Banyumas Penantian Panjang Jamaah Tertua Banyumas ke Tanah Suci

Penantian Panjang Jamaah Tertua Banyumas ke Tanah Suci

19
BERBAGI
Jamaah calon haji asal Kabupaten Batang berada di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (18/7). (Antara)

JATENGPOS.CO.ID, BANYUMAS – Tidak lama lagi, Achmadi yang telah berumur 91 tahun itu akan merasakan pengalaman pertamanya menaiki pesawat terbang. Tidak tanggung-tanggung, burung besi pertama yang dia tumpangi akan membawanya ke Tanah Suci.

Perjalanan itu sudah dia nantikan selama 20 tahun terakhir. Dia menabung sedikit demi sedikit dari penghasilannya sebagai petani.Pada 2018, pria kelahiran 14 Juni 1927 dengan alamat Dusun Gumelar Lor, Desa Tambak Randegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, bersama dengan isterinya itu, tengah bersiap menunggu jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

“Deg-degan mau naik pesawat, tapi hanya bisa pasrah, Bismillah saja,” katanya.

Jadwal keberangkatan ke Tanah Suci yang tinggal hitungan hari, membuatnya sangat bersemangat, termasuk saat menghadiri pelaksanaan praktik massal manasik haji tingkat Kabupaten Banyumas di GOR Satria Purwokerto, Kamis pagi.

Dia datang pagi-pagi sekali, jalannya tegap meski perlahan-lahan, mengingat usianya tidak lagi muda. Isterinya, Sartoyah (75) dengan setia ikut melangkah di sebelahnya.

Dia dan isterinya mengikuti seluruh rangkaian praktik massal manasik haji, sejak awal hingga akhir. Tidak tampak kelelahan berarti di wajahnya yang penuh keriput.

Meskipun sudah berusia 91 tahun dan secara resmi dinyatakan sebagai calon haji paling tua, asal wilayah Banyumas tahun keberangkatan 2018, Dinas Kesehatan setempat menyatakan kondisi kesehatannya baik.

Dia mengaku tidak memiliki riwayat diabetes, jantung, dan berbagai penyakit kronis lainnya.Kendati demikian, untuk keberangkatan ke Tanah Suci nanti, dirinya sudah menyiapkan obat-obatan pribadi untuk berjaga-jaga. (fid/ant)

BERBAGI