Beranda Hukum & Kriminal Pencuri Lintas Provinsi Spesialis Tempat Kos Ditembak

Pencuri Lintas Provinsi Spesialis Tempat Kos Ditembak

109
BERBAGI
Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi, saat memintai keterangan tersangka Andri dan menunjukkan barang bukti hasil curian. FOTO : AHMAD KHOIRUL ASYHAR/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Seorang pencuri spesialis tempat kos lintas provinsi berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Gunungpati. Tersangka bernama Andri Muslim alias Andri (28), warga asal Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Ia sudah beraksi di 13 lokasi di wilayah Gunungpati, Kota Semarang, dan dua lokasi di wilayah Kota Bandung. Belasan aksi tersebut dilakukan selama lebih kurang enam bulan terakhir.

Tersangka Andri ditangkap di rumah kontrakannya, daerah Cimahi, Provinsi Jawa Barat, Minggu (26/11), sekira pukul 10.00. Andri sempat melawan dan berusaha kabur saat hendak ditangkap sehingga petugas melepaskan tembakan yang bersarang di kaki kanannya.

“Tersangka merupakan pencuri dengan sasaran tempat kos di wilayah Kampus Unnes, Gunungpati, Semarang. Sudah 13 kali beraksi di Semarang. Ia juga beraksi dua kali di Bandung, Jawa Barat,” kata Kapolsek Gunungpati, AKP Budi Abadi, saat memberikan keterangan di Mapolsek Gunungpati, Senin (27/11).

Salah satu aksi tersangka dilakukan di sebuah rumah kontrakan, Gang Manggis, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (20/10), pukul 12.30. Aksi tersebut dilakukan seorang diri dengan. Sebelumnya ia berkeliling mencari sasaran dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna biru dengan plat nomor yang ditutup mika gelap.

“Tersangka mencari sasaran siang hari, biasanya tempat kos yang penghuninya sedang mandi atau salat Jumat. Mencari kunci yang ditinggal korban di sekitar tempat kos. Lalu masuk dan mengambil laptop dan ponsel,” ungkapnya.

Tersangka Andri mengaku aksi tersebut sudah dilakukan selama lebih kurang enam bulan. Ia memang sengaja mencari tempat kos yang pintunya terbuka atau ditinggal pergi penghuninya. Selain itu ia juga lebih dulu mengetuk pintu kos untuk mengetahui apakah ada orang di dalam.

“Cari kos yang pintunya terbuka, ditinggal mandi, atau pergi salat Jumat di masjid. Cuma ambil laptop dan ponsel. Tinggal di Semarang kurang dari setahun, sehari-hari jualan pakaian,” ujar pria yang juga tinggal di Pasadena, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, bersama istri dan empat anaknya tersebut.

Adapun setelah mendapatkan barang, biasanya Andri langsung membawa ke Bandung. Di sana ia menjual barang curian tersebut kepada seorang rekannya. “Barang saya jual ke teman di Bandung. Paling mahal laku Rp 1,3 juta. Waktu ditangkap saya masih berada di Bandung,” tutupnya sambil menahan sakit akibat luka tembakan di kaki kanan.

Atas perbuatannya, tersangka Andri kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Gunungpati. Ia dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun penjara. (har/ s18)