Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pendekatan Realistik, Tingkatkan Hasil Belajar Pecahan

Pendekatan Realistik, Tingkatkan Hasil Belajar Pecahan

132
HERMA KUSUMANINGSIH, S.Pd.SD SD Muarareja 1 Kota Tegal
HERMA KUSUMANINGSIH, S.Pd.SD SD Muarareja 1 Kota Tegal

Sekolah dasar khususnya berfungsi menanamkan kemampuan dan keterampilan dasar untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat selanjutnya maupun memberikan bekal kemampuan kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat, bakat dan kondisi lingkungan. Keberhasilan pendidikan di sekolah dasar sangat menentukan keberhasilan pendidikan di tingkatan selanjutnya. Untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan tersebut, kegiatan pembelajaran di sekolah dasar harus dilaksanakan dan diterapkan secara optimal. Hal tersebut berlaku untuk semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dasar, termasuk pada pelajaran matematika.

Salah satu materi pada pelajaran matematika yaitu bilangan pecahan. Penyelesaian soal operasi hitung bilangan pecahan membutuhkan pemahaman konsep yang lebih sulit dibandingkan dengan operasi hitung bilangan lainnya, sehingga banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami operasi hitung bilangan pecahan sehingga hasil belajar operasi hitung bilangan pecahan masih rendah. Itulah yang dialami siswa di Sekolah Dasar Muarareja 1 kelas V Kota Tegal pada materi operasi hitung bilangan pecahan dengan Kompetensi Dasar (KD) Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan. Siswa yang memperoleh nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hanya 30% dan sisanya 70% siswa mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, perlu diterapkan pendekatan dan model pembelajaran yang efektif dan inovatif dan dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa sehingga hasil belajar siswa khususnya hasil belajar operasi hitung bilangan pecahan dapat meningkat. Berkaiatan dengan hal tersebut pendekatan pendidikan matematika realistik merupakan pendekatan yang dirasa tepat dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung bilangan pecahan pada siswa kelas V.

Realistic Mathematic Education (RME) atau pendekatan pendidikan matematika realistik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari (mathematize of everyday experience) dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan matematika realistik pertama kali dikembangkan dan dilaksanakan di Belanda dan dipandang sangat berhasil untuk mengembangkan prestasi siswa.

Pembelajaran matematika realistik yang akan dilaksanakan yaitu menggunakan masalah kontekstual dengan bantuan media benda nyata berupa kue jenang dan model alat peraga berupa plastisin dan kertas pecahan.

Misalnya, Ibu membuat sebuah kue, kemudian Nita makan kue 2/3 bagian kue, berapa sisa kue Ibu? Penyelesaiannya, 1) satu kue diambil dua pertiga, maka sisa kue menjadi satu pertiga (situasional) 2) dengan menggunakan alat peraga berupa 1 buah kertas karton, karton tersebut dipotong menjadi 3 bagian sama besar, tiap bagian bernilai 1/3 , untuk karton yang akan dikurangi diwarnai, kemudian siswa menghitung sisa katon yang tidak diwarnai (referensial) c) siswa menggambar karton-karton sesuai dengan apa yang telah diperagakan, yaitu menggambar karton dengan 3 bagian sama besar yaitu 1/3 kemudian siswa mewarnai gambar pada bagian yang dikurangi (general) 4) untuk mengetahui kue dua pertiga dan sepertiga maka kue tersebut dibagi menjadi tiga sama besar. Dengan demikian 1 – 2/3  =1/3  (formal)

Pembelajaran matematika realistik merupakan pembelajaran matematika yang berorientasinya menuju pada penalaran siswa bersifat realistik. Pembelajaran ini menekankan akan pentingnya konteks nyata yang dikenal siswa dan prosen konstruksi pengetahuan matematika oleh siswa itu sendiri.

HERMA KUSUMANINGSIH, S.Pd.SD

SD Muarareja 1 Kota Tegal