Beranda Pilkada Serentak 2018 Pengamat Dorong Sudirman Said Kampanye Negatif

Pengamat Dorong Sudirman Said Kampanye Negatif

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pengamat politik Undip Nur Hidayat Sardini mengaku galau dengan sepinya pemberitaan mengenai penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Menurutnya, greget “kampanye negatif” harus dimunculkan agar masyarakat memiliki referensi dalam menentukan pilihan.

Pria yang akrab disapa NHS tersebut mengemukakan, kampanye negatif yang dimaksud bukan dengan menjatuhkan pesaing kandidat paslon. Akan tetapi, memberikan informasi kepada masyarakat terkait rekam jejak pesaingnya.

“Misalnya, kandidat terbukti memiliki istri simpanan, ya pesaingnya harus berani menyampaikan, namun tentu saja dengan bukti-bukti yang valid,” kata NHS dalam Dialog Bersama Parlemen Provinsi Jawa Tengah “Awas Kampanye Hitam” di Hotel Norman Semarang, Senin (5/2).

Menurutnya, hampir dapat dipastikan Pilgub Jateng 2018 akan diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Ganjar – Yasin, dan Sudirman – Ida. NHS mendorong agar Sudirman sebagai pesaing dari Ganjar yang notabene petahana, berani berkampanye negatif.

“Sebagai petahana tentunya Pak Ganjar memiliki banyak kekurangan saat memimpin, ada persoalan nelayan, beras, kemiskinan, pendidikan, yang tentunya bisa dikemukakan rekam jejaknya. Ini menjadi referensi bagi masyarakat untuk memilih dan merupakan strategi yang sangat orisinil jika Pak Dirman dapat memanfaatkan isu ini,” katanya.

Sebagai petahana, lanjutnya, Ganjar memiliki modal yang cukup besar yang sudah dibangun selama lima tahun. Menurutnya, pertarungan dua kandidat pada Pilgub ini menjadi kesempatan bagi Sudirman untuk menaikkan voltase dalam mendulang suara.

”Saya punya perhitungan sebagai kandidat petahana Pak Ganjar sudah mengantongi 50 persen, saat ini Pak Sudirman seharusnya meningkatkan voltase sehingga setidaknya sudah menguasai 30 persen suara agar persaingan menjadi seimbang,” tukas mantan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Pusat ini. (drh/udi)