Beranda Ekonomi Pengembang REI Jawa Tengah Bikin Usaha Koperasi

Pengembang REI Jawa Tengah Bikin Usaha Koperasi

172
BERBAGI
RAPAT : Para pengurus yang sebagian besar pengembang anggota DPD REI Jawa Tengah saat melakukan rapat untuk pendirian koperasi di Sekretariat Kantor DPD REI Jateng di Perumahan Semarang Indah, Rabu (10/1) kemarin. Alkomari/jateng pos
RAPAT : Para pengurus yang sebagian besar pengembang anggota DPD REI Jawa Tengah saat melakukan rapat untuk pendirian koperasi di Sekretariat Kantor DPD REI Jateng di Perumahan Semarang Indah, Rabu (10/1) kemarin. Alkomari/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pengembang yang tergabung di DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah melakukan terobosan dengan mendirikan sebuah koperasi. Koperasi dibentuk dengan tujuan utama membantu kelangsungan bisnis perumahan dari anggotanya.

Misalnya dalam pemenuhan kebutuhan material bangunan seperti semen untuk proyek pembangunan perumahan yang dikembangkan pengembang anggpota DPD REI Jateng.  “Melalui koperasi ini nanti kita bekerjasama dengan pabrik semen untuk memasok kebutuhan semen dari pengembang anggota REI secara langsung,” ujar Sekretaris Koperasi Jasa REI Jateng Sejahtera, Joko Sulistyono di kantor Sekretariat DPD REI Jateng yang ada di Perumahan Semarang Indah, Rabu (10/1) kemarin.

Joko menjelaskan, selama ini pengembang melakukan pembelian semen melalui toko bangunan. Jika nanti terealisir, maka kebutuhan semen pengembang langsung akan dipasok dari pabrik langsung. Dengan demikian harga yang didapatkan lebih rendah dibandingkan saat membeli di toko bangunan.

“Jadi nanti modelnya pabrik semen memasok ke pengembang anggota REI. Memasoknya melalui masing-masing komisariat REI di Jawa Tengah, seperti Komisariat Tegal, Solo, Banyumas, Pati, Pekalongan, dan Komisariat Semarang. Komisariat nanti yang mendistribusikan ke pengembang berapa kebutuhannya,” jelasnya.

Dalam hal ini selisih harga semen saat membeli di toko bangunan dengan langsung dari pabrik, sebagian akan dimasukkan ke koperasi sebagai hasil dari usaha koperasi. “Selisih harga itu masuk koperasi dan nanti akan jadi Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk kemudian akan dibagikan ke anggota,” terangnya.

Terkait kerjasama dengan pabrik semen, Joko mengaku bahwa sebelumnya sudah dilakukan penjajakan dengan pihak salah satu pabrik semen. “Tidak perlu saya sebut pabrik semen apa, yang jelas kami sudah melakukan pembicaraan dan nanti melalui koperasi ini kita akan bekerjasama untuk pemenuhan kebutuhan anggota REI,” imbuhnya.

Selain semen, lanjutnya, kedepan juga akan terus dilakukan penjajakan kerjasama dengan pihak lain utamanya menyangkut pemenuhan kebutuhan material bahan bangunan. Diantaranya besi beton, bata ringan, dan lainnya.

Dalam kesempatan ini Joko mengutarakan, koperasi yang resmi didirikan 10 Januari 2018 ini beranggotakan sebanyak 200 anggota. Jumlah tersebut sama seperti jumlah anggota REI di Jawa Tengah. “Pengurus dan pengawas koperasi ini juga dari para pengurus DPD REI Jateng,” tandasnya.

Joko memaparkan alasan dari pembentukan koperasi ini bahwa sejauh ini DPD REI Jateng itu hanya mewadahi pengembang dalam sebuah asosiasi. “DPD selama ini kan hanya membantu anggota untuk urusan administrasi maupun bantuan – bantuan hokum, sedangkan usahanya belum ada. Makanya melalui koperasi ini kita melakukan pengembangan usaha,” paparnya.

Dalam pendirian koperasi kemarin dihadiri perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Jateng dan Kota Semarang. Dari perbankan hadir dari BTN Konvensional dan BTN Syariah Cabang Semarang. (mar)