Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pengembangan Kit Kemagnetan, Tingkatkan Motivasi Dan Aktivitas Siswa

Pengembangan Kit Kemagnetan, Tingkatkan Motivasi Dan Aktivitas Siswa

37
BERBAGI
Rahayu Widayanti, S.Si., M.Pd. SMPN 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri
Rahayu Widayanti, S.Si., M.Pd. SMPN 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – Siswa perlu diberikan pengalaman secara konkrit agar pesan yang ingin disampaikan benar-benar dapat mencapai tujuan. Edgar Dale memandang bahwa tingkat pengalaman yang paling tinggi nilainya adalah pengalaman yang paling konkrit sedangkan yang paling rendah adalah pengalaman yang paling abstrak.

Pengalaman yang paling konkrit adalah pengalaman belajar  yang didapatkan secara langsung. Untuk memberikan pengalaman langsung, dapat memanfaatkan media pembelajaran berupa alat peraga. Penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran IPA, memegang peranan penting yaitu sebagai alat bantu untuk menciptakan proses pembelajaran IPA yang efektif. Tiap-tiap benda yang dapat menjelaskan suatu ide, prinsip, gejala atau hukum alam, dapat disebut sebagai alat peraga. Pembelajaran IPA yang pada awalnya dirasakan sulit oleh Siswa menjadi lebih mudah dipahami jika meng­gunakan alat peraga.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa,  dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa kesulitan mempelajari materi kemagnetan jika tanpa alat peraga. Siswa lebih mudah untuk memahami materi kemagnetan melalui kegiatan percobaan. Siswa juga lebih senang dan lebih dimudahkan belajar IPA  dengan percobaan. Oleh karena itu, semua siswa setuju bahwa untuk mengatasi kesulitan belajar IPA diperlukan alat peraga yang dapat digunakan dalam kegiatan percobaan.

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penyebab  kesulitan siswa dalam mempelajari kemagnetan adalah karena kurang tersedianya alat peraga yang dapat digunakan untuk melakukan percobaan. Untuk itu, perlu dilakukan pengembangan berupa kumpulan alat peraga yang disebut dengan KIT (Kumpulan Instrumen Terpadu) Kemagnetan.

Tahap pertama dalam tahap pengembangan KIT Kemagnetan adalah merancang desain awal produk. Tema dalam perancangan media pembelajaran KIT dalam penelitian ini yaitu (a) benda magnetik dan non magnetik, (b) kutub-kutub magnet dan sifatnya, (c) cara membuat magnet, (d) elektromagnet, dan (e) bel listrik sebagai aplikasi konsep kemagnetan. Setiap tema dilakukan dengan percobaan. Sebelum membuat produk KIT, alat dan bahan harus disiapkan terlebih dahulu serta dibuat langkah-langkah percobaannya. Desain langkah percobaan pada perancangan produk disesuaikan dengan alat dan bahan.

Tahap kedua yaitu tahap pengumpulan alat/bahan. Alat dan bahan tersebut didapatkan dari lingkungan sekitar dan beberapa dibeli dari toko elektronik.

Tahap ketiga yaitu menyusun alat dan bahan menjadi beberapa alat peraga. Media pembelajaran KIT merupakan kumpulan dari beberapa alat peraga pada satu tema yang disajikan, kemudian dikemas ke dalam satu kotak. Hasil pengembangan KIT kemagnetan dapat digunakan untuk 5 macam percobaan sederhana yang membantu mempermudah pemahaman konsep siswa pada materi kemagnetan.

Pembelajaran menggunakan media KIT kemagnetan berhasil meningkatkan  motivasi belajar siswa. Nilai motivasi belajar ini diperoleh dari hasil angket siswa pada tiap pertemuan. Indikator motivasi belajar yang dinilai yaitu memiliki gairah yang tinggi, penuh semangat, memiliki rasa penasaran atau rasa ingin tahu yang tinggi, mampu “jalan sendiri” ketika guru meminta siswa melakukan sesuatu, kesulitan dianggap sebagai tantangan yang harus dilalui, dan memiliki kesabaran dan daya juang yang tinggi. Media KIT kemagnetan mampu menumbuhkan gairah, semangat, rasa penasaran, rasa ingin tahu, dan kemandirian. Selain itu, siswa menganggap bahwa tantangan dalam percobaan merupakan sesuatu yang harus dilalui. Pembelajaran juga menumbuhkan kesabaran dan daya juang yang tinggi.

Pembelajaran menggunakan  KIT kemagnetan berhasil meningkatkan aktivitas belajar siswa. Nilai aktivitas belajar ini diperoleh dari hasil observasi siswa pada tiap pertemuan. Aspek observasi belajar yang dinilai yaitu visual, oral, listening, writing, motor, dan emotional. Media KIT kemagnetan mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran menggunakan media KIT kemagnetan dilakukan dengan melakukan kegiatan percobaan. Pada kegiatan percobaan, siswa dituntut untuk membaca, memperhatikan percobaan, bertanya, mengeluarkan pendapat, memberi saran, serta berdiskusi dalam setiap percobaan. Siswa juga mendengarkan penjelasan guru dan pendapat teman dalam pembelajaran. Selain itu, siswa juga mencatat, mengerjakan LKS, mengisi angket, menggambar hasil penelitian, membuat skema, melakukan percobaan, dan membuat konstruksi. Kegiatan percobaan juga merangsang siswa untuk memecahkan soal, menanggapi, mengingat, dan menganalisis hasil percobaan. Siswa melakukan percobaan dengan bersemangat dan berani dalam melakukan tindakan dalam percobaan.

Media KIT yang dikembangkan dibuat  menjadi 5 set alat peraga yang berisi materi yang saling terkait serta disajikan dari yang termudah hingga yang lebih sulit; terbuat dari bahan yang sederhana dan mudah didapat sehingga lebih ekonomis dan efisien; disusun sesuai tingkat kemampuan siswa SMP sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai; Memungkinkan siswa untuk mempraktekkan kembali di rumah dengan memanfaatkan benda di sekitar mereka ; dibuat secara tepat, memadai, dan mudah digunakan; direncanakan dengan teliti dan diujicoba terlebih dahulu; serta dilengkapi dengan LKS sebagai tindak lanjut pembelajaran agar  proses belajar dapat terpantau.

 

Rahayu Widayanti, S.Si., M.Pd.

SMPN 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri

BERBAGI