Beranda Jateng Banyumas Pengembangan Wisata Dieng Tata Terminal Aswatama dan Telaga Merdada

Pengembangan Wisata Dieng Tata Terminal Aswatama dan Telaga Merdada

28
BERBAGI
Para peserta FGD DED pengembangan terminal Aswatama dan Telaga Merdada, di Chanti Hotel,, Senin (30/4). ist

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Pengembangan kawasan wisata Dieng mendapatkan perhatian besar dari berbagai pihak. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, sejumlah stakeholder memberikan masukan untuk penataan kawasan wisata Telaga Merdada.

Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng Prambudi Trajutrisno  menyatakan melalui kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng sejumlah stakeholder untuk meminta berbagai masukan terkait pengembangan Terminal Aswatama dan penataan kawasan wisata Telaga Merdada.

Menurutnya, masukan dari berbagai stakeholder mulai dari akademisi, Perhutani, balai cagar budaya hingga pegiat pariwisata itu sangat dibutuhkan agar menghasilkan penyusunan DED lebih signifikan.

“Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan DED pengembangan Terminal Aswatama dan penataan kawasan wisata Telaga Merdada ini untuk mendapatkan berbagai masukan dari berbagai stakeholder,” ujarnya di Semarang, Senin (30/4).

Sejumlah masukan, lanjutnya, terkait dengan persoalan aksesibilitas, amenitas dan atraksi.

“Melalui FGD kami membahas 3A yang menyangkut aksesibilitas terkait infrastruktur untuk menuju lokasi wisata, amenitas terkait penginapan dan fasilitas lainnya serta atraksi terkait berbagai even yang mendukung untuk menyedot wisatawan,” paparnya.

Pengembangan tempat parkir Terminal Aswatama ini dibangun di wilayah Kabupaten Banjarnegara untuk mengembangkan kawasan wisata Dieng. Area shuttle ditujukan untuk memberi kemudahan bagi pengendara bus yang menuju ke Dieng.

Prambudi menambahkan kedepannya pihaknya akan membuat MOU dengan kabupaten di sekitar Dieng meliputi Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung untuk mengembangkan kawasan Dieng.

“MOU itu sangat penting sebagai payung hukum sehingga akan mudah pula dalam penganggaran,” katanya. (drh)