Beranda Jateng Pengerjaan Gedung Cuci Darah Baru 75 Persen

Pengerjaan Gedung Cuci Darah Baru 75 Persen

BERBAGI
Pengerjaan Gedung Cuci Darah RSUD Sragen mendekati masa akhir kontrak. FOTO : ARI SUSANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Proyek gedung layanan cuci darah ‘Hemodialisa’ Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang menyisakan waktu tinggal beberapa hari ini pengerjaanya masih kurang 25 persen. Pasalnya, dari kalender pengerjaan selama 120 hari baru berjalan 75 persen. Gedung Hemodialisa ini sebelumnya dalam sehari hanya dapat menampung sekitar 20 orang untuk melakukan cuci darah. Dengan pembenahan fasilitas diharapkan dapat menampung lebih banyak pasien.

Berdasarkan pantauan di lapangan, mendekati masa akhir kontrak, pekerja terus melakukan pembenahan sejumlah titik. Diharapkan gedung tersebut dapat rampung hingga 20 Desember nanti. Proyek tersebut menelan anggaran Rp 5,8 miliar.

Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr Didik Haryanto
menyampaikan pengerjaan masih berlangsung. Pihaknya optimis progresnya berjalan tepat waktu. Dia mengatakan material sudah masuk di sekitar gedung, dan tinggal menunggu finishing saja.

”Selama ini untuk pengerjaan bagus, kita mengawasi terus, dari PPK , Kontraktor dan kami selalu membahas pertemuan progres tiap minggu,” terang Didik.

Dia menyampaikan untuk kendala sudah dapat diatasi. Salah satu kendala yakni peraturan dari Pemprov sial pencairan anggaran selama pengerjaan. Namun masalah tersebut sudah terlampaui oleh kontraktor. Namun dia melihat kualitas dari pekerjaan kontraktor ini tidak
mengecewakan.

Sementara itu, Direktur operasional PT Citra Prasasti Konsorindo Totok
Wisnu optimis sampai batas waktu proyek rampung. Berdasarkan progres 9 Desember lalu sudah mencapai lebih dari 75 persen. ”Ini saya harapkan on schedule. Ini sudah lembur juga, namun tidak bisa maksimal karena dekat dengan ruang perawatan,” terangnya.

Meski demikian pihaknya menegaskan bahwa pihak rumah sakit mendukung penuh proses pengerjaan. Mengingat lokasi berada di tengah, sehingga sulit memasukkan material, pihak rumah sakit sudah berupaya mencarikan jalan untuk masuk material.

Totok menyampaikan jika ada kendala tentunya sudah diperhitungkan dan menjadi resiko yang harus dihadapi. Seperti faktor cuaca dan aturan dari pemerintah provinsi jateng soal pendanaan. Ditambah lagi memang sempat review desain dan mundur pelaksanaan pekerjaan. Dia menegaskan bahwa saat ini material sudah masuk tinggal pemasangan
dan finishing. Sejauh ini dukungan dari pihak RSUD cukup positif. (ars/saf)