Beranda Jateng Penggunaan Dana BOS SMK Kosgoro 1 Disoal

Penggunaan Dana BOS SMK Kosgoro 1 Disoal

BERBAGI
Lingkungan sekolah SMK Kosgoro 1 Sragen. (Foto: ARI SUSANTO/ JATENGPOS)

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN-Penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di SMK Kosgoro 1, Ngrampal, Sragen ditengarai terjadi penyimpangan.

Ironsinya, penyimpangan itu dilakukan sejak setahun terakhir dengan nilai mencapai puluhan juta. Hal itu terungkap dari hasil investigasi Gerakan Peduli Rakyat Sragen (GPRS) yang mendapat aduan dari wali murid.

Ketua GPRS Sragen Tri Hartono mengungkapkan, pihak SMK Kosgoro 1 mendapatkan bantuan dana BOS yang diperkirakan untuk 100 siswa tak mampu. Indikasi penyimpangan itu, dana BOS yang diterima sekolah tak disalurkan ke siswa. Melainkan dana itu, dimanipulasi dengan dalih untuk kegiatan sekolah.

“Hanya saja dalam pelaksanaan penggunaan dana BOS tersebut, diduga tidak sampai ke tangan para siswa. Proses pencairannya ditengarai juga fiktif yang diperankan pihak sekolah,” papar Hartono, Minggu (10/6).

Melihat indikasi temuan itu, kata Hartono, pihaknya akan membawa masalah tersebut akan kita laporkan ke kejaksaan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Lantaran bila masalah tersebut, tidak ditindak lanjuti, dikuatirkan akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan.

“Karena anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk menunjang kualitas pendidikan bagi anak kurang mampu, malah sebaliknya memberikan motivasi  atau mengajatkan anak didiknya menjurus mental korupsi,” tandas Hartono.

Menurut Hartono, indikasi penyimpangan dana BOS dari nilai Rp 100 ribu hingga puluhan juta yang dimuat dalam kwitansi yang tak jelas.

Sementara Kepala Sekolah SMK Kosgoro 1, Sragen Suhadi membantah adanya tudingan tersebut. Lantaran penggunaan dana BOS di sekolah sudah sesuai aturan yang ada.

“Kami pastikan tidak ada penyimpangan soal pelaksanaan dana BOS di SMK Kosgoro, semua sudah sesuai aturan yang ada,” papar Suhadi melalui pesan singkatnya. (hfd/ars)

BERBAGI