Beranda Politik Penghubung Dua RW Tersambung, Warga Tandang Tak Lagi Naik Turun Bukit

Penghubung Dua RW Tersambung, Warga Tandang Tak Lagi Naik Turun Bukit

370
Anggota DPR RI Juliari Peter Batubara saat meninjau jalan penghubung di Delikrejo, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Jumat (24/5/2019).

JATENGPOS.CO.ID , SEMARANG – Selama nyaris tiga puluh tahun, dua kampung di kawasan Delikrejo Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang terpisahkan oleh tebing curam. Kedua kampung tersebut, yakni RW 10 dan RW 11, kendati berdekatan tetapi  sulit terakses.

“Sangat terasa kalau ada yang punya hajat, biasanya kita saling bantu kalau jaraknya dekat. Akses susah karena harus memutar atau naik turun tangga karena ada tebing yang memisahkan,” jelas Ketua RW 11 Sukaton.

Jalan penghubung antar RW tersebut dibangun dengan pondasi beton sepanjang 100 meter dan lebar 3 meter. Bantuan tersebut diperoleh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan BUMN.

Sebelumnya warga mengajukan proposal untuk pengajuan pembangunan jalan dengan anggaran Rp150 juta. Proposal itu kemudian disampaikan melalui aspirasi Anggota DPR RI Juliari Peter Batubara. Gayung pun bersambut,  BUMN yang bergerak di bidang gas tersebut memberikan bantuan dengan membangun jalan dengan konstruksi cor beton senilai Rp150 juta.

“Sebelum ini tidak ada jalan penghubung antara RW XI dan RW X di Kelurahan Tandang ini. Karena kontur tanah di wilayah ini yang berbukit-bukit dan jalan sangat susah untuk dibangun,” jelas Sukaton saat menerima kunjungan Juliari, Jumat (24/5/2019).

Ia menambahkan sebelum jalan tersebut dibangun, hanya ada jalan setapak dengan sistem tangga naik turun. Maka, dengan adanya jalan yang dibangun dengan kontruksi mirip jembatan ini, komunikasi warga menjadi lebih baik karena ada jalur penghubung. Demikian pula ekonomi warga pun juga terangkat karena setelah ada jalan beberapa warga membuka usaha warung.

“Jalan tersebut  pembangunannya selesai tahun 2018 lalu dan sangat berarti bagi warga kami,” jelasnya.

Anggota DPR RI Juliari Peter Batubara nmengatakan, setiap BUMN memang ada anggaran untuk bina lingkungan. Pihaknya juga berterima kasih kepada PGN atas pembangunan jalan penghubung RW XI dan RW X ini. Dia juga berharap BUMN tak hanya mencari keuntungan saja, tapi juga menyisihkan profitnya untuk kebutuhan lingkungan sekitar. Apalagi tak semua masalah sosial di masyarakat, bisa di-cover oleh anggaran APBD maupun APBN.

“Kami berharap jalan ini dirawat dengan baik oleh warga. Selain itu kami juga berharap jalan tersebut bisa memberi manfaat positif bagi masyarakat sekitar. Yang mau sekolah bisa lebih cepat sampai, yang kerja juga makin cepat, dan silaturahmi antarwarga bisa lebih terjalin dengan baik,” tegasnya.

Sementara  Camat Tembalang Kusrin mengatakan wilayah Tandang merupakan wilayah perbukitan dengan banyak problem sosial. Dikarenakan, wilayah ini merupakan wilayah padat penduduk, meski kontur tanahnya naik turun. Dalam satu RW, setidaknya ada 860 keluarga, dengan jumlah penduduk mencapai 3.000-an jiwa.

“Wilayah sini memang masih menjadi wilayah perhatian karena secara ekonomi masyarakatnya berada dalam kategori menengah ke bawah,” katanya. (ita/drh)