Beranda Jateng Pengoperasian Gedung Hemodialisa Belum Jelas

Pengoperasian Gedung Hemodialisa Belum Jelas

BERBAGI
MASIH DIKERJAKAN: Para pekerja saat melakukan finishing gedung cuci darah RSUD Sragen
MASIH DIKERJAKAN: Para pekerja saat melakukan finishing gedung cuci darah RSUD Sragen

JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN –  Gedung Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro, Sragen, belum bisa difungsikan untuk layanan cuci darah. Pasalnya, selain sepenuhnya proyek senilai Rp 5,8 miliar belum kelar, juga masih melengkapai sejumlah peralatan medis.

Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro, dr Didik Haryanto menyampaikan saat ini pembangunan gedung tersebut masih dalam tahap pemolesan akhir. Selain itu juga percobaan pemasangan instalasi listrik dan air. ”Tinggal finishing saja, tidak lama selesai. Secara kualitas bangunan bisa dikatakan cukup bagus,” terangnya pada wartawan Selasa (2/1).

Pihaknya menyampaikan untuk sisa kondisi gedung selesai sekitar tanggal 28 Desember lalu. Dengan Progres pengerjaan tercapai sekitar 95 persen. Sisa hasil pengerjaan baru bisa terbayarkan setelah anggaran perubahan 2018 dengan APBD Provinsi Jateng. ”Saat ini uji coba jaringan, karena ini jaringannya tidak biasa, tidak seperti gedung untuk rawat inap,” terangnya.

Namun Didik menyampaikan untuk pengoperasian belum memungkinkan untuk dilaksanakan. Pasalnya dengan kapasitas gedung saat ini cukup untuk 16 alat. Namun RSUD saat ini baru memiliki 10 alat yang selalu digunakan saban harinya.

Pihaknya menyampaikan untuk penambahan sisa alat Hemodialisa akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Lantas selanjutnya diharapkan dapat lebih banyak menampung pasien. Dia menyampaikan dengan adanya gedung ini tidak akan mengganggu pasien namun justru akan menambah pasien yang terlayani. ”Sekarang baru ada alat 10 unit. Rencana 16, kita tidak beli tapi kerjasama pihak ketiga. Ini tidak ganggu pelayanan, justru tambah pelayanan,” terangnya.

Sementara untuk menambah pelayanan ke depan, pihaknya menyampaikan akan melanjutkan pembangunan gedung rawat inap VVIP. Lokasinya nanti di ruang Wijaya Kusuma dan Teratai, dengan luas bangunan sekitar 7.400 meter persegi. Bangunan tersebut membutuhkan anggaran Rp 40 miliar dengan dana dari pendapatan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). ”Kami review kembali desainnya dan melalui tahap verifikasi di Dinas Perkim, nanti akan menambah ruang parkir, poli dan ruang rawat inap,” paparnya.

Dia mengakui masih bayak infrastruktur yang harus dibenahi. Termasuk kurangnya ruang operasi di RSUD. ”Sebenarnya untuk berbagai kebutuhan masih banyak, salah satunya ruang operasi yang kami miliki baru 5 dari idealnya 10 ruang operasi, mengingat antrian masih banyak,” paparnya. (ars/saf)