Beranda Ekonomi Penjualan Rumah Masih Lesu

Penjualan Rumah Masih Lesu

85
PAMERAN- Sejumlah pengunjung melihat lihat pameran Properti Expo Semarang di Mall Paragon Semarang, baru-baru ini. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
PAMERAN- Sejumlah pengunjung melihat lihat pameran Properti Expo Semarang di Mall Paragon Semarang, baru-baru ini. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Permintaan pasar rumah memasuki semester dua tahun ini tidak sesuai prediksi. Jika tahun-tahun sebelumnya daya beli sudah meningkat, kali ini masih saja lesu penjualan rumah.

Hal itu tercermin dari hasil transaksi pameran Property Expo Semarang ke-4 yang berlangsung di Mall Paragon, 10-21 Juli kemarin.

“Trennya jadi berubah, ini penjualan malah masih turun terus dari pameran yang pertama tahun ini,” ujar Ketua Panitia Pameran Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat, Selasa (23/7) kemarin.

Tercatat hasil penjualan Property Expo Semarang kali ini hanya sebanyak 19 unit.

“Pameran yang pertama 41 unit, kedua 25 unit, ketiga 24 unit dan yang keempat ini 19 unit, terus menurun,” imbuhnya.

Menurutnya, masih lesunya pasar tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran konsumen akan kenaikan harga rumah yang semakin tinggi.

“Segmen menengah masih kesulitan jualan, karena sebagian besar dilakukan dengan fasilitas KPR,” terangnya.

Untuk itu pihaknya berharap perbankan untuk melakukan tindakan nyata untuk mendukung pasar rumah melalui suku bunga KPR yang terjangkau dan jangka waktu kredit yang lebih lama.

“Rumah itu kan kredit yang paling aman, karena rumah itu kan tidak bisa dipindah-pindah. Sehingga kami berharap perbankan mensupport penjualan rumah melalui KPR. Jangka waktu kredit juag bisa dibikin sampai 30 tahun atau bahkan 35 tahun,” tuturnya.

Dikatakan, saat ini penjualan rumah didominasi rumah segmen menengah keatas dengan harga sekitar Rp1 miliar keatas.

“Di pameran rumah yang laku mayoritas yang harganya Rp1 miliar keatas,” tandasnya.(aln/mar)