Beranda Semarang Pentas Sastra Budaya Mengenang Prof Agus Maladi

Pentas Sastra Budaya Mengenang Prof Agus Maladi

Dihadiri Dosen, Mahasiswa dan Seniman

126
TRIBUTE: Sejumlah pengurus IKA FIB Undip tengah tampil di pangung sastra budaya mengenang almarhum mantan Ketua Dekase Kota Semarang Prof Agus Maladi.
TRIBUTE: Sejumlah pengurus IKA FIB Undip tengah tampil di pangung sastra budaya mengenang almarhum mantan Ketua Dekase Kota Semarang Prof Agus Maladi.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Untuk mengenang jasa-jasa almarhum Profesor Agus Maladi Iriyanto, dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip, sejumlah seniman menggelar Tribute to Prof Agus Maladi Persembahan Sang Guru’. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung serba guna FIB Undip kampus Tembalang belum lama ini.

Pada malam itu hadir lebih dari 150 mahasiswa, dosen, alumni dan sahabatsahabat almarhum. Mereka secara bersama-sama mengenang sekaligus memberikan penghormatan kepada senior, dosen, dan sahabat yang berpulang 15 Maret 2019 lalu akibat sakit, Prof Dr Agus Maladi Irianto MA Acara diawali dengan baca puisi oleh Basa Basuki, alumnus yang juga salah satu murid Agus Maladi. Penyair dan alumni Fakultas Sastra (sebelum berganti nama FIB) angkatan 86 itu, tampil memukau dan penuh semangat seperti layaknya aktivis kampus.

Beberapa puisi karya seniman gondrong diantaranya yang cukup terkenal berjudul “Sajak Elang” ini dibacakan, kemudian ditambah kesaksian tentang sang Guru, Prof Maladi. Ketua Umum IKA FIB Undip, Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan, Prof AMI adalah sosok teladan. Para mahasiswa diminta banyak belajar tentang semangat meraih ilmu, semangat berkreasi dari almarhum.

“Buka file tentang beliau, pelajari apa yang dikerjakannya, cermati karya-karyanya. Banyak yang bisa kita contoh dari beliau,” kata anggota DPR RI ini.

Meskipun Prof Agus Maladi telah tiada, tetapi banyak karya yang ditinggalkannya. Karya-karya buku dramanya Opera Bulan Sepotong, Opera Sapu Tangan, dan lainlain. Belum lagi karya fi lmnya, buku-bukunya, masih banyak yang bisa dipelajari dan diteladani dari almarhum. Maka, dalam acara persembahan semalam juga ditampilkan pentas teater Opera Bulan Sepotong yang dimainkan oleh para mahasiswa FIB Undip yang tergabung dalam Teater Emper Kampus atau Emka.

Acara ini semula memang digagas Ikatan Alumni FIB Undip. Sekjen IKA FIB Dr Teguh Hadi Prayitno menyebut, kegiatan ini sudah digagas sejak jenazah almarhum Prof Agus yang juga biasa disapa Prof AMI hendak diberangkatkan ke auditorium Undip untuk mendapatkan penghormatan terakhir sebelum pemakaman. (ucl/sgt)