Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pentingnya Pendidikan Karakter Siswa dalam Proses KBM

Pentingnya Pendidikan Karakter Siswa dalam Proses KBM

BERBAGI
Sundari, S.Pd SMP N 2 Gunungwungkal, Pati
Sundari, S.Pd SMP N 2 Gunungwungkal, Pati

JATENGPOS.CO.ID – Pendidikan adalah hal yang sangat diangggap penting didunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun negara yang maju, akan tetapi karakter sangat diutamakan dikarena orang-orang pada zaman now tidak hanya melihat pada betapa tingginya pendidikan ataupun gelar yang ia raih melainkan juga pada karakter dari pribadi di setiap individunya.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Proses pendidikan disekolah masih banyakyang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru disetiap sekolah yang hanya asal mengajar, (agar terlihat formalitasnya), tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik dan harus dilakukan.

Banyak pilar karakter yang harus menjadi tugas guru untuk menanamkan sikap kepada siswa (anak didiknya) yang sebagai penerus bangsa, diantara nya adalah kejujuran. Kejujuran adalah hal yang paling pertama harus kita tanamkan pada diri kita maupun siswa (anak-anak penerus) bangsa karena kejujuran adalah benteng dari semuanya, demikian juga ada pilar karakter tentang keadilan, karena seperti yang dapat kita lihat banyak sekali ketidakadilan khususnya dinegara ini.

Selain itu harus ditanamkan juga pilarkarakter seperti rasa hormat (saling menghormati) hormat kepada siapa saja khususnya kepada orang yang lebih tua maupun lebih muda, adapun contah diantaranya adik kelas mempunyai rasa hormat terhadap kakak kelas, dan kakak kelasnya pun menyayangi adik-adik kelasnya, begitu juga dengan teman seangkatan.

Rasa saling menghargai harus tertanam dalam jiwa masing-masing siswa dengan tujuan terciptanya dunia pendidikan yang aman, nyaman, dan sejahtera sehingga tidak menyebab kemungkinan terjadinya tindak kekerasan seperti halnya ramai kabar akan tawuran antar sekolah maupun dalam sekolah. Hal tersebutlah yang menjadikan cerminan guru dalam menerapkan rasa saling menghormati.

Di dalam buku tentang kecerdasan ganda (Multiple Intelligence) Daniel Goleman menjelaskan kepada kita (Guru) bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektualnya 20%. Dalam hal inilah maka pendidikan karakter diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, bukan kehidupan yang justru dipenuhi dengan perilaku biadab, maka terpikirah oleh para cerdik pandai tentang apa yang dikenal dengan pendidikan karakter (Character Education)

Sekarang mulai banyak sekolah-sekolah di indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut, siswa di ajarkan bagaimana cara bersikap terhadap orang tua, guru, ataupun lingkungan tempat tinggal siswa.

Mudah-mudahan dengan di terapkan nya pendidikan karakter disekolah semua potensi siswa akan dilndasi oleh karakter-karakter yang dapat membawa siswa menjadi orang yang dapat diharapkan sebagai penerus bangsa,bebas dari korupsi, ketidakadilan, rasasaling menghargai baik sesama maupun yang lebih tua dan makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab,walaupun mendidik karakter siswa tidak semudah membalikkan telapak tangan, oleh karena itu ajarkan lah kepada siswa (anak bangsa) dengan pendidikan karakter sajak dini.

Sundari, S.Pd
SMP N 2 Gunungwungkal, Pati
BERBAGI