Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Peran Keluarga dan Masyarakat Optimalkan Pendidikan Anak

Peran Keluarga dan Masyarakat Optimalkan Pendidikan Anak

BERBAGI
Rahayu Widayanti, S.Si.,M.Pd. SMPN 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri
Rahayu Widayanti, S.Si.,M.Pd. SMPN 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – Keluarga. Satu kata yang mengingatkan kita pada sebentuk kasih sayang yang murni, perhatian yang tulus, kepedulian tanpa batas, dan penerimaan diri tanpa syarat. Keluarga, adalah tempat kita pertama kali mendapatkan pendidikan. Pembentukan karakter dasar, perkembangan pola pikir, bahkan ketaatan dalam beribadah, bermula dari sini.

Edukasi keluarga merupakan  pengalaman pertama bagi seorang anak, disaat sang anak masih terbatas dalam jumlah dan keluasan ilmu. Edukasi keluarga terjadi pada intensitas yang sangat tinggi dan terus menerus, serta umumnya diterima dalam suatu situasi emosional tertentu. Itulah sebabnya pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak sangatlah mendalam dan menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya.

Maraknya tingkat kenakalan pada remaja baru-baru ini, menjadi indikator gagalnya peran keluarga sebagai fungsi pembentuk karakter anak. Anies Baswedan, sewaktu menjabat  menteri pendidikan dan kebudayaan pernah mengatakan, perilaku menyimpang di kalangan remaja harus menjadi perhatian bagi orang tua dan guru. Semuanya harus menyadari pentingnya nilai-nilai yang dipegang dalam pendidikan, seperti nilai Agama, Pancasila, dan Budaya.

“ untuk menjaga (pendidikan) itu maka orangtua dan guru harus sadar bahwa nilai itu harus diajarkan, ditumbuhkan, dikembangkan sejak usia dini. Bahkan, sebagian pakar menyebutkan sejak dalam kandungan,” kata mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Keluarga hendaknya kembali kepada perannya sebagai salah satu sentra edukasi penting bagi perkembangan anak. Upaya ini dapat ditempuh melalui beberapa langkah nyata.

Pertama, menciptakan iklim belajar yang kondusif. Keluarga perlu menyediakan waktu yang berkualitas disela-sela kesibukan lainnya. Sarana yeng mendukung proses pendidikan anak dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan.

Kedua, Orangtua yang siap belajar. Untuk menanamkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, orang tua dituntut untuk senantiasa update dengan perkembangan ilmu.

Ketiga, orangtua siap menjadi teladan bagi anak. Melalui keteladanan, seorang anak mendapatkan contoh nyata dalam bersikap. Orang tua adalah cetak biru mengenai cara berpikir, cara bersikap, dan berperilaku untuk diikuti seorang anak. Kesan yang ditampilkan orang tua akan terekam mendalam pada diri anak. Keteladanan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam edukasi keluarga.

Keempat, segala proses edukasi dalam keluarga hendaknya didasarkan pada pendekatan psikologi pada anak. Dengan demikian, anak merasa nyaman dalam belajar dan tidak terintimidasi oleh pola edukasi keluarga. Dengan memaksimalkan edukasi keluarga, diharapkan terbentuk pribadi yang unggul, baik secara akademis maupun karakter. Seorang anak yang sukses dalam edukasi keluarga, diharapkan dapat membawa diri lebih baik dalam masyarakat.

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang menempati suatu daerah, diikat oleh pengalaman-pengalaman yang sama dan memiliki sejumlah persesuaian. Sebuah keniscayaan jika masyarakat turut mempengaruhi edukasi pada anak. Termasuk dalam hal ini tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan norma yang berlaku di masyarakat tersebut.

Sebagai sentra edukasi, masyarakat memiliki peranan spesifik yang tidak kalah penting bagi proses edukasi anak. Peranan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

Pertama, Masyarakat sebagai kontrol sosial. Melalui seperangkat norma yang dimilikinya, masyarakat dapat menetukan perilaku yang dianggap baik, positif, dan pantas mendapatkan apresiasi. Dan sebaliknya, masyarakat akan menerapkan fungsi kontrol sosial terhadap perilaku yang dianggap menyimpang dari norma masyarakat yang berlaku. Sehingga, pelaku trsebut harus mendapatkan sanksi moral di masyarakat.

Kedua, masyarakat sebagai ajang pengenalan budaya warisan bangsa. Melalui beragam kegiatan,  masyarakat menjamin kelestarian budaya bangsa. Terbentuknya sanggar seni dan budaya, kerajinan pembuatan wayang, Pertunjukan sendra tari, adalah contoh edukasi masyarakat untuk melestarikan budaya warisan bangsa. Kegiatan yang bernilai positif seperti ini akan menjadi alternatif pengembangan minat dan bakat anak sehingga menekan kecenderungan untuk berperilaku negatif.

Ketiga, masyarakat sebagai ujung tombak ketersediaan fasilitas edukasi. Melalui sumbangan moril berupa pemikiran, msyarakat turut andil dalam menentukan tingkat kebutuhan terhadap sarana edukasi. Terbentuknya sarana fisik untuk menunjang proses edukasi, sebagai contoh, pembangunan unit gedung sekolah baru, mulai tingkat PAUD, SD, SMP, SMA/K juga tidak terlepas dari peran serta aktif masyarakat.

Optimalisasi peran Keluarga dan masyarakat, akan berdampak signifikan pada keberlangsungan pendidikan anak di Satuan Pendidikan. Tokoh penting dalam edukasi di satuan pendidikan adalah guru. Syed Hossein Nasr dan kawan-kawan dalam”Konprensi Pendidikan Islam Pertama” di Makkah tahun 1977 antara lain menyimpulkan: sebagai figur sentral dalam pendidikan, guru haruslah dapat diteladani akhlaknya disamping kemampuan keilmuan dan akademisnya. Selain itu, guru haruslah mempunyai tanggungjawab dan keagamaan untuk membentuk anak didiknya menjadi orang yang berilmu dan berakhlak.

Dengan dedikasinya,  guru, melengkapi peranan orangtua dan masyarakat dalam menanamkan kebiasaan yang baik dan budi pekerti kepada anak. Kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar, serta ilmu-ilmu lain akan lebih di maksimalkan dalam edukasi di satuan pendidikan. Sedangkan karakter anak yang telah dimulai pembentukannya dalam edukasi keluarga dan edukasi masyarakat, akan lebih ditekankan lagi dalam edukasi satuan pendidikan.

Keluarga, masyarakat, dan satuan pendidikan adalah trisentra edukasi yang saling berkaitan erat. Optimalisasi peranan masing-masing, wajib dilakukan. Demi tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Rahayu Widayanti, S.Si.,M.Pd.

SMPN 1 Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri

BERBAGI