Beranda Semarang Peran Media Dalam Pengembangan TPB/SDGs di Jawa Tengah

Peran Media Dalam Pengembangan TPB/SDGs di Jawa Tengah

305
BERBAGI
PAPARAN : Dr. Teguh Hadi Prayitno, MM, M.Hum (kanan) Ketua IJTI Jateng, tengah memaparkan materi konstribusi media dalam rapat pembentukan forum komunikasi non state actor di BAPPEDA Jateng. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.
PAPARAN : Dr. Teguh Hadi Prayitno, MM, M.Hum (kanan) Ketua IJTI Jateng, tengah memaparkan materi konstribusi media dalam rapat pembentukan forum komunikasi non state actor di BAPPEDA Jateng. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Peran dan konstribusi media dalam TPB/SDGs khususnya di Jawa Tengah, menurut Dr. Teguh Hadi Prayitno, MM, M.Hum. Wartawan senior dan juga Ketua IJTI (ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Jateng. Media masih menjadi corong utama dalam memberikan informasi dan kritisi dalam turut pengembangan TPB/SDGs khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

            Dalam rapat pembentukan forum komunikasi non state actor untuk pencapain target TPB/SDGs Jawa Tengah tahun 2018 – 2023, yang dimoderatori oleh Dr Amirudin dari FIB Undip, juga dihadiri Nining perwakilan UNICEF untuk Jawa Tengah dan Frans Kongi dari Apindo Jateng. Teguh memaparkan, peran media baik cetak dan elektronik tetap solid dalam kontribusi memberikan informasi tersebut.

            “Di era modern sekarang ini, peran media tidak saja menjadi partner dalam sebuah agenda pemerintahan. Tetapi perlu diingat bahwa kemajuan era digital masyarakat harus mampu membedakan mana produk berita dari media dan yang bukan media,”jelasnya, di ruang rapat lantai 6 BAPPEDA Jateng, Jalan Pemuda Semarang, Rabu (26/12) lalu.

            Jika semua informasi ditelan mentah melalui sosial media, informasi tersebut bisa berdampak ketidaksinambungan antara yang benar dan yang salah. Harus paham betul bahwa informasi produk keredaksian media berbeda dengan sosial media.

            “Media berperan aktif untuk menumbuh kembangkan kebenarana informasi, dalam hal ini pengembangan TPB/SDGs khususnya tentang pendidikan dan kesehatan anak, kami terus konsisten untuk memberikan konstribusi terbaik memberikan informasi tersebut kepada masyarakat,”imbuhnya.

            Nining Wakil UNICEF untuk Jawa Tengah, mengatakan program SDGs yang menyasar perbaikan pendidikan dan kesehatan anak, melalui pemberitaan media bisa berjalan dengan baik. Banyak daerah yang tertinggal bisa terekspose dengan nyata dan pihaknya bisa memantau problem sosial tersebut.

            “UNICEF sebagai organisasi dunia yang menangani pendidikan dan kesehatan anak, terus memantau program SDGs di Indonesia. Tentunya sukses berjalanya program tersebut tak lepas dari monitoring media. Kami berharap semua yang bersinggungan dengan program tersebut bisa berjalan seirama dengan mengedepankan kepentingan sosial khususnya pendidikan dan kesehatan anak,”terangnya.

            Senada, Frans Kongi dari Apindo Jateng, siap membantu program tersebut guna memberika dukungan program SDgs untuk 2018 – 2023.

            “Sebagai wadah para pengusaha, kami peran swasta wajib membantu dan memberikan kontribusi kami untuk program tersebut, dalam bentuk apa saja. Sukses mengembangkan sebuah program pemerintah juga perlu didukung dari peran swasta,”tegasnya. (bis/ucl)

BERBAGI