Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Perkataan Yang Berat Untuk Siswa Hiperaktif

Perkataan Yang Berat Untuk Siswa Hiperaktif

BERBAGI
Fadlilah Maulani, Guru SMKN 3 Kendal
Fadlilah Maulani, Guru SMKN 3 Kendal

JATENGPOS.CO.ID, – Di sebuah sekolah PAUD, dikisahkan bahwa ada seorang siswa yang termasuk golongan hiperaktif.  Siswa tersebut selalu membuat masalah, bahkan terkadang sampai melukai teman yang lainnya.  Banyak orang tua siswa yang komplain dengan tingkah anak tersebut.  Sudah dicoba untuk dipindahkan ke kelas yang lainnya. Pun juga sudah dicoba berbagai macam metode parenting tetapi belum berhasil untuk mengatasi hal tersebut.

Kemudian pada suatu ketika, siswa ini diikutsertakan dalam sebuah kelas dengan guru yang sangat biasa.  Seorang guru PAUD dengan ijazah sarjana ekonomi yang sangat lemah lembut dan bersuara pelan. Ajaibnya, setelah ikut dalam kelas ini dan diasuh oleh guru tersebut, siswa ini menjadi lebih tenang.   Siswa tersebut mengalami perubahan yang signifikan.  Tidak ada lagi komplain dari para orang tua siswa yang lain mengenai kebandelan anak ini.  Bahkan untuk memukul temannya, siswa tersebut bisa minta ijin terlebih dahulu pada guru tersebut.  “Bunda, bolehkah aku memukul temanku?” kata siswa.  “ Memangnya kenapa, sayang?” kata guru.  “ Habisnya dia tadi nyerobot antrian main perosotan “jawab si siswa.

Ketika ditanyakan tentang resep apa yang digunakan untuk menangani siswa hiperaktif tersebut, sang guru menjelaskan bahwa beliau tidak mempunyai resep khusus.  Beliau hanya memeluk dan melakukan pembimbingan dengan penuh cinta pada siswa-siswanya. Memang tidak ada metode khusus yang diterapkan oleh guru tersebut. Hanya saja setelah dilihat catatan kegiatan guru tersebut, ternyata si guru ini tidak pernah sekalipun meninggalkan solat tahajud.  Ketika beliau dirawat di rumah sakit selama seminggupun, beliau juga tetap selalu melaksanakan solat tahajud.

Dalam Al Quran surat Al Muzamil ayat 1-5 dijelaskan bahwa, orang-orang yang melakukan solat tahajud disaat seperdua atau sepertiga malam dan dilanjutkan dengan membaca Al Quran maka sesungguhnya Allah akan menurunkan perkataan yang berat pada orang-orang tersebut.  Jadi walaupun guru tersebut lemah lembut dan bersuara pelan, tetapi karena selalu solat tahajud maka perkataan beliau menjadi sangat bermakna bagi orang lain.  Perkataan beliau dianggap sebagai perkataan yang berat dan harus dipatuhi oleh para siswa tanpa paksaan ataupun kekerasan.

Ada suatu peristiwa di kota Sidney beberapa tahun lalu. Seorang bayi yang lahir prematur dan sudah dinyatakan meninggal oleh tim medis, dapat hidup lagi setelah dipeluk oleh ibunya selama 2 jam. Ternyata pelukan bisa memberikan keajaiban karena menurut penelitian, berpelukan akan mendorong otak untuk melepaskan hormon Oksitosin atau hormon kebahagian. Hormon inilah yang akan membuat jantung dan pikiran kita sehat.

Berdasarkan dari penelitian tersebut, berpelukan mungkin bisa kita jadikan salah satu opsi untuk mengatasi siswa bermasalah. Bukan malah memilih marah ataupun melakukan tindakan kekerasan. Lalu bagaimana jika kita seorang guru perempuan dan siswa kita seorang laki-laki? Ataupun sebaliknya? Kita bisa menggantikan dengan membelai rambut, menepuk pundak ataupun menggenggam tangan siswa. Tentu saja kita juga harus melibatkan hati untuk melakukan hal tersebut. Terkadang siswa yang bermasalah, hanya membutuhkan perhatian dan cinta kasih yang bisa kita wujudkan melalui pelukan ataupun sekedar membelai rambut, menepuk bahu dan menggenggam tangan mereka.

Apabila kita melibatkan Allah dalam menanamkan pendidikan karakter pada siswa dan ditambahkan dengan cinta kasih dan pelukan yang melibatkan hati maka insyaallah kita akan memiliki generasi-generasi penerus yang berkarakter akhlakul karimah.  Tentu saja dengan seizin Allah, seperti disebutkan dalam Al Quran surat Yunus ayat 100 bahwa tidaklah manusia akan beriman kecuali dengan izin Allah.

Fadlilah Maulani,

Guru SMKN 3 Kendal

BERBAGI