Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Perlancar Membaca Permulaan dengan “Metiq”

Perlancar Membaca Permulaan dengan “Metiq”

109
Suwartana, SPd.SD SDN 1 Jembangan, Punggelan, Banjarnegara
Suwartana, SPd.SD SDN 1 Jembangan, Punggelan, Banjarnegara

Sebagian pendapat mengatakan bahwa belajar membaca jangan dipaksakan, sehingga pada pembelajaran di Taman Kanak-kanak baru dikenalkan huruf, belum ada pelajaran membaca. Sehingga belajar membaca adalah pelajaran anak Sekolah Dasar. Hal ini menjadi tugas guru Sekolah Dasar kelas 1 untuk mengajar anak membaca huruf latin.

Banyak metode mengenai teknik untuk mengajari anak membaca, salah satunya adalah dengan Me-tiq. Metiq adalah kepanjanjangan dari Metode Iqra’. Metode iqra’ yang sudah terkenal ampuh untuk memberantas buta huruf Arab juga dapat diterapkan untuk mempercepat pembelajaran membaca huruf latin. Dengan metode ini, teknik yang digunakan adalah seperti pada metode iqra’ ketika akan belajar huruf Arab atau huu Hijayyah.

Mula-mula anak kita kenalkan beberapa huruf vokal dan huruf konsonan. Dengan mengenalkan huruf-huruf konsonan “b” dan vokal “a”, misalnya ba, ca,da dan seterusnya. Berurutan mulai dengan huruf konsonan “b”. Penekanan terutama huruf-huuf yang sering di jumpai dalam penulisan bahasa Indonesia. Misalnya ba, ca, ma, na, ga, ra, sa, dan lain sebagainya. Pada tahap ini tidak perlu tergesa-gesa untuk segera beralih menggabungkan dengan huruf vokal lain selainn ’a’, namun lebih bagus agar mengenalkan semua konsonan dengan huuf ‘a’ terlebih dahulu.

Tahap kedua anak-anak diajarkan untuk membaca rangkaian huruf yang terdiri dari konsonan dan vokal. Seperti : ba ca, ka la, ma na, ra sa, ja wa, pa ma, na ma dan seterusnya.

Pada tahap ini membutuhkan kesabaran untuk mengajarkan berbagai gabungan huruf vokal dan konsonan sampai anak benar-benar hafal.
Kemudian setelah dapat membaca rangkaian huruf yang merupakan kumpulan berbagai suku kata. Kita merangkai menjadi sebuah kata misalnya : bo – la ; ku – da ; sa – ya; ka – mu ; pa – di ; dan seterusnya. Selanjutnya anak akan hafal semua karakter huruf latin dan pengucapannya. Lama-kelamaan anak akan belajar kesistematisan pembacaan, rangkaian huruf-huruf terutama huruf konsonan yang dirangkai dengan huruf vokal. Kemudian kita melatih secara perlahan-lahan rangkaian suku kata secara acak.

Dengan perlahan saja anak sudah bisa membaca kata yang terdiri dari dua suku kata misalnya, kuda, sapi, nasi, padi, dan seterusnya karena anak sudah hafal karakter huruf sebelumnya. Dan anak akan kagum sekaligus bangga karena sudah dapat membaca kata-kata. Pada tahap ini anak perlu diberikan contoh sebanyak-banyaknya. Contoh yng beragam dari semua konsonan dan semua vokal. Selanjutnya setelah fasih membaca kata yang terdiri dari dua suku kata bisa di tambah kata-kata yang terdiri dari tiga suku kata misalya se-pa-tu, ca-ha-ya, se-la-sa dan lain-lain.

Tahap ke empat adalah, setelah tahap ketiga terlampaui dengan baik kita mulai mengajarkan rangkaian kata yang ada sebuah vokal atau sebuah konsonannya baik didepan atau di belakangnya. Misalnya : i-tu, a- ku, i-bu dan seterusnya tentu ini juga mudah karena tinggal mengajarkan pengucapannya saja. Kemudian kita mengajarkan kata yang berakhiran dengan huruf konsonan misalnya; mo-bi..l, se-mu…t, sa-wa…h, pa-sa…r dan lain-lain.

Demikian pembelajaan menggunakan metoe iqra’ semoga menjadikan anak belajar dengan senang sekaligus terasa ringan. Semoga metode iqra’ dapat digunakan sebagai metode pembelajaran untuk mempercepat membaca huruf latin. Apabila anak sudah lancar membaca maka selanjutnya akan fokus untuk meneima pembelajaran berikutnya.*

Suwartana, SPd.SD
SDN 1 Jembangan, Punggelan, Banjarnegara