Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Perlukah BK Hadir di Sekolah?

Perlukah BK Hadir di Sekolah?

34
BERBAGI
Eko Wihartono,S.Pd.M.Si SMK Negeri1 Miri. Sragen
Eko Wihartono,S.Pd.M.Si SMK Negeri1 Miri. Sragen

JATENGPOS.CO.ID, – Bersamaan dengan perkembangan zaman yang semakin rumit dengan kompleksnya permasalahan yang dihadapi peserta didik yang kurang mampu memahami antara perilaku yang patut ditiru yang di lakukan dengan yang tidak patut ditirukan dan tidak dilakukan, sehingga disinilah peran bimbingan dan konseling (BK)diperlukan dalam memberi motivasi, arahan, bimbingan dan pengawasan.

Peran bimbingan dan konseling terkadang belum banyak difahami oleh pendidik maupun peserta didik, misal ada peserta didik tidak mengerjakan tugas, datang terlambat masuk kelas, bermain ponsel dikelas dan lain sebagainya, yang berkaitan dengan guru mata pelajaran itu langsung disuruh menemui guru bimbingan dan konseling, itu dikarenakan pandangan pendidik dan peserta didik terhadap bimbingan dan konseling suatu tempat peserta didik bermasalah saja, oleh sebab itu kita selalu tananamkan kepada pendidik dan peserta didik untuk memahami arti bimbingan dan konselingdi sekolah, dengan begitu lambat laun para peserta didik akan memahami dengan sendirinya bahwa peran bimbingan dan konseling sangatlah penting, misal; dalam memberi motivasi belajar, berkarier, berteman dengan teman sebaya, berkeluarga, bersosialisasi dengan lingkungan, bertoleransi beragama, tata krama, dan banyak lagi yang peserta didik dapatkan, sehingga dalam penempatan dan penyaluran, memilih sekolah lanjutan ataupun berkarier para peserta didik meminta bimbingan dan konseling untuk mengarahkan dan memberi motivasi kepada peserta didik.

Menurut Abu Ahmad (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimilki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Dan menurut Surya (1988), pengertian konseling adalah seluruh upaya bantuan yang diberikan konselor kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang.Dalam hal ini bimbingan dan konseling dapat kita maksudkan sebagai tempat atau wadah dalam menyelesaikan solusi yang terbaik untuk peserta didik dalam pengarahan baik memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan dalam merencanakan masa depan yang lebih baik yang sesuai dengan potensi peserta didik itu sendiri.Dengan begitu bimbingan dan konseling sangat berperan penting dalam pemberian solusi dan memberi motivasi pada peserta didik baik yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah, diharapkan dapat memberi arahan, bimbingan, pengawasan, dan tindakan pada peserta ddik yang memerlukannya.

Dalam hal ini selaku pendidik kita harus mengerti dan memahami arti dan manfaat bimbingan dan konseling di sekolah, terutama keberadaan bimbingan dan konseling itu ada di sekolah atau kalangan pendidikan.

Bersamaan dengan perkembangan zaman yang semakin rumit dengan kompleksnya permasalahan yang dihadapi peserta didik yang kurang mampu memahami antara perilaku yang patut ditiru yang di lakukan dengan yang tidak patut ditirukan dan tidak dilakukan, sehingga disinilah peran bimbingan dan konseling (BK)diperlukan dalam memberi motivasi, arahan, bimbingan dan pengawasan.

Peran bimbingan dan konseling terkadang belum banyak difahami oleh pendidik maupun peserta didik, misal ada peserta didik tidak mengerjakan tugas, datang terlambat masuk kelas, bermain ponsel dikelas dan lain sebagainya, yang berkaitan dengan guru mata pelajaran itu langsung disuruh menemui guru bimbingan dan konseling, itu dikarenakan pandangan pendidik dan peserta didik terhadap bimbingan dan konseling suatu tempat peserta didik bermasalah saja, oleh sebab itu kita selalu tananamkan kepada pendidik dan peserta didik untuk memahami arti bimbingan dan konselingdi sekolah, dengan begitu lambat laun para peserta didik akan memahami dengan sendirinya bahwa peran bimbingan dan konseling sangatlah penting, misal; dalam memberi motivasi belajar, berkarier, berteman dengan teman sebaya, berkeluarga, bersosialisasi dengan lingkungan, bertoleransi beragama, tata krama, dan banyak lagi yang peserta didik dapatkan, sehingga dalam penempatan dan penyaluran, memilih sekolah lanjutan ataupun berkarier para peserta didik meminta bimbingan dan konseling untuk mengarahkan dan memberi motivasi kepada peserta didik.

Menurut Abu Ahmad (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimilki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Dan menurut Surya (1988), pengertian konseling adalah seluruh upaya bantuan yang diberikan konselor kepada konseli supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan diri, untuk dimanfaatkan olehnya dalam memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang.Dalam hal ini bimbingan dan konseling dapat kita maksudkan sebagai tempat atau wadah dalam menyelesaikan solusi yang terbaik untuk peserta didik dalam pengarahan baik memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan dalam merencanakan masa depan yang lebih baik yang sesuai dengan potensi peserta didik itu sendiri.Dengan begitu bimbingan dan konseling sangat berperan penting dalam pemberian solusi dan memberi motivasi pada peserta didik baik yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah, diharapkan dapat memberi arahan, bimbingan, pengawasan, dan tindakan pada peserta ddik yang memerlukannya.

Dalam hal ini selaku pendidik kita harus mengerti dan memahami arti dan manfaat bimbingan dan konseling di sekolah, terutama keberadaan bimbingan dan konseling itu ada di sekolah atau kalangan pendidikan.

Eko Wihartono,S.Pd.M.Si

SMK Negeri1 Miri. Sragen

BERBAGI