Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Persiapan Mengajar dengan Kecakapan Abad 21

Persiapan Mengajar dengan Kecakapan Abad 21

BERBAGI
PERSIAPAN MENGAJAR DENGAN KECAKAPAN ABAD 21
Drs.Budi Hartoyo Pengawas SD Kecamatan Boja Kabupaten Kendal

JATENGPOS.CO.ID, “Pembelajaran jaman now”. Sungguh, kalimat tersebut penuh memberikan makna, setidaknya melahirkan sebuah asumsi yang membedakan antara konsep yang lalu dengan konsep yang sekarang. Jika konsep pembelajaran  yang lalu disesuaikan dengan kondisi perkembangan social budaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa lalu. Untuk pembelajaran  masa kini, “ Pembelajaran Jaman Now “, tentu saja disesuaikan dengan perkembangan sosial budaya,  ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan manusia masa kini dan masa yang akan datang.

Berdasarkan Permendikbud nomor 22 Tahun 2016, bahwa Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran disusun dalam sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP. Yang dimaksud  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis, agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikhologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau sub tema yang dilaksanakan sekali pertemuan atau lebih.

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi RPP, yang terdiri dari Pendahuluan, Inti dan Penutup. Pendahuluan berisi bagaimana guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, memberikan motivasi belajar peserta didik secara kontekstual dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional, dan internasional. Tidak lupa disesuaikan dengan karakter dan jenjang peserta didik, tanya jawab sekitar materi lalu terkait materi baru, menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai

Pada kegiatan Inti., menggambarkan penggunakan model, metode, media, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.  Sedangkan kegiatan Penutup, guru bersama peserta didik baik kelompok maupun individu melakukan refleksi dan untuk mengevaluasi pembelajaran.

Guna memenuhi tuntutan jaman yang semakin komplek dan kompetetif, maka kurikulum  hendaknya mampu menerapkan pembelajaran abad 21, yang dituangkan dalam RPP. Adapun Kecakapan abad ke-21 diidentifikasi oleh Partnership for 21st Century Skills1.yaitu, : Kecakapan Pembelajaran dan Inovasi,diantaranya; Kreativitas dan Inovasi (Creativity and Innovation), Pemikiran Kritis dan Pemecahan Masalah (Critical Thingking and Problem Solving), Komunikasi (Communication)  Kolaborasi  (Collaboration), Kecakapan Informasi, Media dan Teknologi, diantaranya Literasi Informasi , Literasi Media, Literasi ICT (Information, Communications and Technology), Kecakapan Kehidupan dan Karier, diantaranya; Fleksibilitas dan Kemampuan Beradaptasi , Produktivitas dan Akuntabilitas  dan Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Penerapan kecakapan abad 21 dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, diantaranya adalah ; bahwa Siswa yang kreatif, tentunya lahir dari guru yang kreatif dan inovatif, oleh karena itu, hendaknya guru mampu memanfaatkan variasi sumber belajar untuk menyusun kegiatan pembelajaran dalam kelas. Sehingga buku bukan satu-satunya sumber belajar, Mengoptimalkan teknologi,ciri model pembelajaran abad 21 adalah Blended learning, yaitu merupakan gabungan antara metode tatap muka tradisional, penggunaan digital dan on line media. Dalam kegiatan pembelajaran,  metode ceramah sudah tidak lagi popular, karena lebih banyak mengandalkan komunikasi satu arah. Dalam pelaksanaan pembelajaan perlu dikembangkan kolaborasi dengan siswa untuk menumbuhkan kehangatan, sehingga pembelajaran menyenangkan. Termasuk kolaborasi dengan orang tua.

Dalam kegiatan pembelajaran hendaknya menggambarkan kegiatan siswa (student centered), guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Penerapan diferensiasi, kegiatan pembelajaran dibuat berdasarkan gaya belajar siswa, baik minat maupun kemampuan siswa. Serta pengaturan tempat belajar yang nyaman untuk belajar. Pelaksanaan penilaian dengan formatif assessment, penilaian siswa secara berkala berdasarkan performanya, tidak hanya tertulis, dalam kurikulum 13 meliputi KI-1 Kompetensi Spiritual, KI-2 Kompetensi Sosial, KI-3 Kompetens Pengetahuan dan KI-4 Kompetensi Ketrampilan.

`   Terhadap tuntutan kecakapan abad 21 yang harus dimiliki siswa,dapat disimpulkan bahwa guru harus mendesain pembelajaran,yaitu : satu,  menciptakan cara berfikir (Way of thinking) diantaranya kreatif, berfikir kritis, pemecahan masalah, pengambilan putusan dan pembelajar. Dua , Kemampuan harus bekerja  (way of working), dengan dunia global dan dunia digital, ke tiga, adalah kemampuan mengenguasai alat untuk bekerja (Tools for working). Termasuk penguasaan informasi, communications  dan technology (ICT), ke empat adalah kemampuan untuk menjalani kehidupan (skills for living in the word)  abad 21, diantaranya sebagai warga Negara yang baik, kehidupan dan karir, tanggung jawab pribadi dan social.

Drs.Budi Hartoyo

Pengawas SD Kecamatan Boja Kabupaten Kendal

BERBAGI