Beranda Ekonomi Pertama di Indonesia, Ayam Keprabon Luncurkan Sushi Geprek

Pertama di Indonesia, Ayam Keprabon Luncurkan Sushi Geprek

148
SENSASI : Inovasi baru Ayam Keprabon, menu Sushi Geprek yang menawarkan sensasi menyantap ayam geprek ala makanan Jepang, sushi. Foto : Putri Wijayanti/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pioneer ayam geprek di Kota Solo, Ayam Keprabon mengeluarkan varian menu terbaru dengan konsep fusion yang menawarkan sensasi baru makan ayam geprek, yakni Sushi Geprek.

Manager Area Ayam Keprabon Indonesia, Felix Liyanto mengatakan, produk terbaru Sushi Geprek tersebut bisa dibilang merupakan inovasi pertama di Indonesia yang menggabungkan menu makanan ayam geprek dengan cara penyajian masakan Jepang, sushi.

“Konsepnya ayam geprek, tapi kita lakukan inovasi di cara penyajian dan makannya seperti sushi. Jadi nasi diisi ayam geprek kemudian digulung dengan nori. Persis sushi, tapi kalau sushi kan pakai wasabi, ini pakai sambal bawang khas kita, sambal bohay,” jelasnya.

Menu baru yang hanya dibandrol mulai Rp 20 ribu per porsi tersebut resmi dilaunching serentak di 57 cabang Ayam Keprabon di Indonesia mulai Rabu (9/9). Sebagai perayaan, launching menu baru diadakan selama dua hari dengan promo Sushi Geprek yakni beli 1 gratis 1.

“Berlaku untuk semua pembelian baik offline maupun online. Adapun pilihan menunya ada sushi geprek bisa pilih varian original dan spicy dan sushi gemes atau geprek kremes juga bisa dipilih dalam dua varian yang ori atau pedas. Nantinya tetap ada sambal bohay di setiap porsinya,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejak berdiri tahun 2015 hingga saat ini tim research dan development (R&D) Ayam Keprabon memang selalu berusaha melakukan inovasi yang unik. Felix mencontohkan inovasi tiga varian sambal yang dimiliki Ayam Keprabon, yakni sambal bohay, sambal karca (kari dan rica) serta sambal matah.

“Selalu kita upayakan inovasi agar customer tidak bosan. Inovasi Sushi Geprek. Menu terbaru ini kita menyasar anak muda sebagai target market. Harapannya menu baru ini mampu mendongkrak kembali omset yang sempat menurun selama pandemi ini,” ujarnya. (jay/bis/rit)