Beranda Ekonomi Petani Bawang Merah Dilanda Kecemasan

Petani Bawang Merah Dilanda Kecemasan

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, PATI – Harga bawang merah yang terus merosot menghantui  petani bawang di wilayah kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Kendati ada solusi jangka pendek dari Pemkab Pati yang mengintruksikan kebijakan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli bawang mereka, namun hal itu belum bisa menutup ongkos produksi.

Kecemasan diungkapkan Supriyadi, salah satu petani bawang di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa.  Selama lima musim tanam harga bawang belum juga stabil.

“Kami hanya bisa pasrah sambil menjual bawang secara mandiri.  Kemarin ASN disuruh pak bupati membeli bawang petani, tetapi permintaan mereka hanya sedikit dan tidak bisa menampung bawang sebagian besar petani,” keluh Supriyadi.

Menurut Supriyadi,  bibit bawang merah memang disuplai dari Pemkab Pati saat musim tanam. Bahkan untuk pupuk, sebagian petani juga mendapatkan bantuan. Namun ketika sudah memasuki masa panen, harga justru turun drastis.

“Meskipun bibit dari pemerintah, namun kalau dihitung harga bawang saat ini hanya Rp 6.000,  dan kami tetap merugi. Sebab untuk mengembalikan ongkos produksi, maka harga bawang setidaknya harus Rp 10.000,” imbuhnya.

Melihat harga bawang yang kian merosot, Supriyadi pun berpikir ulang untuk menanam bawang merah. Dia khawatir jika pada masa panen berikutnya, harga tetap rendah.

“Saat ini sudah banyak petani yang mulai menanam bawang, tetapi ada juga yang masih membiarkan sawahnya. Yang jelas, kita masih berpikir apakah harganya bisa stabil pada masa panen besok,” pungkasnya.(mel/drh)