Beranda Semarang Peternakan Kabupaten Semarang Jadi Kajian DPRD Serdang Bedagai

Peternakan Kabupaten Semarang Jadi Kajian DPRD Serdang Bedagai

75
BERBAGI
Wabup Semarang Ngesti Nugraha (kanan) bertukar cinderamata dengan Ketua DPRD Serdang Bedagai Sahlan Siregar di ruang rapat lantai II gedung Setda. FOTO : ABDUL MUIZ/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN – Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan sub sektor peternakan di Kabupaten Semarang mampu memberikan kontribusi bagi PAD. Meski belum terlalu besar, namun sumbangan itu mencapai sekitar Rp 700 juta per tahun. Pendapatan itu berasal dari pengelolaan pasar Hewan Ambarawa dan empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Ungaran, Tengaran, Tuntang dan Ambarawa.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara yang melaksanakan kajian lapangan bidang peternakan, kemarin. Ngesti Nugraha yang didampingi pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan, Syamsul Hidayat menyebutkan, tekait perternakan telah dibuat peraturan daerah nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Pendapatan dari RPH juga belum terlalu besar karena sebagian kebutuhan daging daerah di pasok dari kabupaten dan kota tetangga seperti Salatiga, Boyolali dan Purwodadi,” ujarnya.

Ketua DPRD yang memimpin rombongan, Sahlan Siregar menilai pengelolaan bidang peternakan di Bumi Serasi lebih mapan dan mampu menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami ingin berdiskusi guna mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan peternakan agar lebih baik,” katanya saat acara penerimaan oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha di ruang rapat Lantai II Kantor Bupati Semarang di Ungaran.

Dikatakan lebih lanjut oleh Sahlan, kondisi geografis daerahnya sangat cocok untuk perkebunan terutama kelapa sawit dan karet. Disela-sela itu terdapat lahan yang ditumbuhi rerumputan yang digunakan untuk menggembala sapi secara terbuka. Karena belum memiliki pengelolaan peternakan yang baik, lanjutnya, Pemkab Serdang Bedagai tidak mendapatkan pemasukan apapun dari usaha peternakan rakyat itu.

Ketua Komisi B DPRD Serdang Bedagai Usman Sitorus menambahkan potensi sapi potong di kabupaten pemekaran Deli Serdang ini cukup besar. Saat ini tercatat populasi sapi potong mencapai 42 ribu ekor. Setiap tahun, terangnya, Serdang Begadai menjadi pemasok sapi potong terbesar ketiga di Sumatera Utara setelah Simalungun dan Langkat.

“Sayangnya, kondisi itu belum memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah. Karena itu kami ingin mengetahui tata kelola peternakan termasuk kebijakan dan regulasi yang berlaku di sini,” ujarnya.

Terkait keluhan salah satu anggota Komisi B DPRD Serdang Begadai tentang bantuan peternakan yang tidak berkembang disana, Syamsul Hidayat menerangkan pola pemberian hibah peternakan di Kabupaten Semarang yang mengacu pada aturan yang berlaku. Selain itu pengawasan dan pendampingan bagi kelompok peternak penerima bantuan juga dilakukan secara intensif. “Acuannya tetap Undang-Undangn Nomor 23 tahun 2014 dan turunannya yang mengatur tentang pemberian hibah kepada masyarakat,” tegasnya. (muz)