Beranda Hukum & Kriminal Petugas Coklit Ditampar tak Terkait Masalah Pilgub

Petugas Coklit Ditampar tak Terkait Masalah Pilgub

BERBAGI
Proses mediasi kasus penamparan petugas pemutakhiran data pemilih Desa Beran Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Kamis (25/1). FOTO:AGUS SUPRIYADI/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. WONOSOBO- Seorang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) asal Desa Beran Kepil ditampar saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit).  Tidak jelas motif penamparan tersebut, namun dipastikan tidak terkait dengan masalah pilkada.

Korban Dina Yahyati, petugas PPDP desa beran kepil  melaporkan kasus penamparan tersebut ke Polsek Kepil. Sedangkan pelaku penamparan Rustanto, tidak lain adalah tetangga korban. Penamparan dilakukan ketika korban sedang melakukan coklit di rumah keluarga pelaku.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras,  melalui Kapolsek Kepil Iptu Muji Darmaji membenarkan kasus penamparan tersebut, menurutnya permasalahan tersebut terjadi pada saat korban yang merupakan Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) sedang melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit) di rumah pelaku, Rustanto di Beran Kepil.

“Diawali dari candaan Rustanto tentang jumlah keluarganya, yang kemudian berakhir dengan ditamparnya Dina,” katanya

Pihaknya menyayangkan adanya kasus tersebut, namun upaya damai sudah dilakukan melalui proses mediasi diantara kedua belah pihak. Dari hasil pertemuan itu, permasalahan dianggap selesai secara kekeluargaan. Antara korban dan pelaku juga sudah saling memaafkan dan saling menyadari kesalahannya.

“Korban juga telah kami minta mencabut laporan pengaduannya. Namun, sebagai langkah antisipasi, kami tetap meminta keterangan dari korban, pelaku maupun para saksi,” terangnya.

Lebih lanjut,  Kapolsek Kepil meminta agar semua pihak bisa menciptakan iklim sejuk dalam menghadapi Pilgub 2018. Tidak  mudah terprovokasi dengan adanya isu-isu yang tidak benar.

“Mari kita bersama menyambut tahun politik 2018 ini dengan suasanya yang damai dan aman,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Beran Wagiman, juga membenarkan terjadinya kasus tersebut. dikatakan bahwa antara korban dan pelaku merupakan saudara sepupu. Ditambah lagi rumahnya bersebelahan.

“Jadi, ya seharusnya tetap memelihara kerukunan satu sama lain,” ujarnya.

Laporan pengaduan penganiayaan ringan  dengan korban Dina Yahyati yang diantar Ketua Divisi Hukum KPU Wonosobo, Asma Khozin  Rabu (24/1)  pukul 21.15 Wib ke Polsek Kepil. Kasus tersebut dipastikan bukan terkait Pilgub Jawa Tengah.

Sementara itu, pada Kamis (25/1) siang, di Balai Desa Beran Kecamatan Kepil diadakan pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan dimediasi oleh Kanit Reskrim Polsek Kepil Ipda Saptono Wibowo.

Hadir pula dalam mediasi tersebut Ketua PPK Kecamatan Kepil, Ahmad Munir, Ketua Panwas Kepil, Subur, Kepala Desa Beran, Wagiman, Dina Yahyati selaku korban dan Rustanto selaku pelaku. (gus/jpnn/muz)

BERBAGI