Beranda Travelling Hotel PHRI Solo Minta Keringanan Pajak dan TDL

PHRI Solo Minta Keringanan Pajak dan TDL

Okupasi Terus Menurun

29
Sterilisasi : Petugas kesehatan menyemprot cairan desintektan di Best Western Premier Solo Baru. Foto : DOK/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Guna mendukung kebijakan pemerintah dalam #melawancorona , Best Western Premier Solo Baru, sebagai salah satu venue bisnis hospitality mengambil langkah tegas untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan atau tamu yang tengah berkunjung.

” Kami mendukung penuh Kebijakan tersebut antara lain adanya sosialisasi mengenai social distancing ( jaga jarak), tidak melakukan perjalanan keluar baik dalam negeri maupun ke luar, tidak mengadakan kegiatan social kemasyarakatan yang menimbulkan kerumunan massa dalam jumlah banyak, isolasi diri ( karantina) bagi yang ditetapkam ODP ( Orang Dalam Pengawas) selama 2 hari, Work from Home ( bekerja di rumah) dan masih banyak lagi kebijakan yang diambil dalam menangani wabah virus COVID 19,” terang, Fahrurrazi, GM Best Western Premier Solo Baru, belum lama ini.

Lanjut, Fahrurrazi, tentunya kebijakan Pemerintah memberikan dampak pada seluruh sektor yakni Industri,Perdagangan, UMKM maupun Hospitality Industri salah satunya adalah Hotel juga terkena dampak tersebut.

“Penetapan status Kejadian Luar Biasa ( KLB) di kota Solo beberapa minggu yang lalu memberikan efek domino.  Tingkat okupansi khususnya Hotel turun  drastis sampai saat ini hingga 80%. Jika kondisi ini terus berlangsung hingga waktu tidak ditentukan  tentunya akan berdampak  pada penutupan hotel,” imbuhnya.

Dengan kondisi yang terjadi itu, Best Western Premier Solo Baru tetap running operasional. Ada pemberitaan berantai malalui WA bahwa hotel berhintang itu tutup adalah HOAX.

Fahrurrazi, yang juga sebagai Ketua Bidang Keanggotaan Hotel Berbintang PHRI Solo Raya, menegaskan, banyak reservasi kamar, Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) dibatalkan, artinya biaya operasional hotel tinggi, namun pemasukan berkurang sangat drastis dan prediksi kedepan akan banyak kerugian yang dialami jika situasi berlanjut sampai bulan depan.

“Berbagai upaya terus kami lakukan agar pelaku industry perhotelan bisa tetap survive. Efesinsi cost dilakukan di berbagai sektor, antara lain penghematan listrik, lalu menutup lantai yang tidak terjual, serta menimalkan penggunaan air conditioner ( AC),“ tegasnya.

Tak hanya itu, mengistirahatkan karyawan mulai  dari daily worker, casual maupun training juga dilakukan. Karyawan kontrak dan managemen dilakukan unpaid leave. tidak merumahkan dan akan dipanggil kembali sampai situasi kembali normal seperti semula.

” Dukungan Pemerintah secara penuh sangat diharapkan guna berlangsungnya roda bisnis Industri Perhotelan. Kebijakan pengurangan Pajak  Perhotelan, tidak dipungutnya PPH 21%, keringanan biaya beban Listrik PLN, penangguhan pinjaman kredit bagi pengusaha dan karyawan, memberikan paket insentif  pendanaan selama kondisi perekonomian belum stabil adanya wabah virus ini,” harap, Fahrrurazi.

Tentunya tidak hanya Best Western Premier Solo Baru, semua pelaku Industri Perhotelan tetap mendukung penuh upaya yang lakukan Pemerintah dalam menanggulangi wabah virus corona, covid -19. (ucl/muz)