Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Picture and Picture Tingkatkan Pemahaman Hubungan Internasional

Picture and Picture Tingkatkan Pemahaman Hubungan Internasional

BERBAGI
Oleh : Asriniyatun, S.Pd,. M.A. Guru SMK Negeri 11 Semarang
Oleh : Asriniyatun, S.Pd,. M.A. Guru SMK Negeri 11 Semarang

JATENGPOS.CO.ID , – kan inovasi pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  (PPKn) yang biasanya monoton, bahkan disepelekan karena dianggap mudah atau sebaliknya peserta didik hanya duduk diam dengan wajah yang selalu menunduk harus kita rubah strategi pembelajarannya dengan siswa aktif bergerak untuk melakukan.

Tidak dipungkiri pembelajaran PPKn sering mendapatkan respon yang kurang menyenangkan dari beberapa  peserta didik dengan beragam alasan diantaranya; tidak suka dengan mata pelajaran ini karena materinya susah dimengerti dan dipahami, materinya selalu berganti mengikuti perkembangan jaman, peserta didik menjadi  mengantuk saat guru menjelaskan materi karena bosan dengan metode ceramah. Apalagi untuk pesera didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang biasanya mereka melakukan pembelajaran dengan membuat atau melakukan pekerjaan atau tugas-tugas ketrampilan di bengkel atau laboratorium bersama guru mata pelajaran kejuaruan. Sehingga pada saat mengikuti mata pelajaran PPKn mereka kebanyakan mengantuk.

Padahal sebetulnya mata pelajaran ini sangat penting karena mengajarkan nilai-nilai moral serta penerapannya di dalam masyarakat juga memberikan pendidikan karakter, berpikir kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu-isu kewarganegaraan, berpartisipasi secara bermutu dan bertanggung jawab, bertindak secara cerdas kegiatan bermasyarakat berbangsa dan bernegara juga dengan bangsa-bangsa lain di dunia dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Memanfaatkan media dan model pembelajaran yang dapat membangkitkan keingintahuantahuan dan mengesankan bagi peserta didik. penting  menerapkan dan menggunakan media pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk aktif dan kreatif saat proses pembelajaran. Guru  berupaya bagaimana semaksimal mungkin membuat pesrta didiknya selalu sibuk membuat, mencari, berpendapat sampai menemutunjukkan hal-hal yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang sedang dilakukan.

Ketika guru harus mengajarkan materi yang dianggap sulit dipahami oleh peserta didik karena merupakan materi/pengetahuan baru bagi mereka dalam hal ini pada kompetensi dasar Dinamika Peran Indonesia Dalam Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional maka guru perlu menerapkan model pembelajaran yang dapat membantu memudahkan peserta didik menangkap dan bisa memahami isi materi  pembelajaran dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Untuk memecahkan permasalahan yang telah disebutkan di atas guru PPKn dirasakan sangat perlu merubah gaya pembelajaran yang biasanya materi disampaikan dengan cara ceramah dirubah disampaikan dengan model pembelajaran kooperatif yang aktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Maka dipilih model pembelajaran picture and picture.

Upaya ini dilakukan untuk agar pembelajaran menjadi menarik, aktif, kreatif,  menyenangkan dan peserta didik semakin tertantang. Selama ini guru seolah sebagai aktor di depan kelas dan menjadi satu-satunya sumber belajar, dengan pendekatan atau metode picture and picture pembelajaran yang biasanya berpusat pada guru kini bergeser ke siswa sentris (berpusat pada siswa).

Menurut Supriyono (2010:110) Picture and Picture adalah suatu model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan media gambar yang pelaksanaanya gambar-gambar dipasangkan satu sama lain atau bisa juga gambar diurutkan menjadi urutan yang logis. . Dalam proses pembelajaran ini  menekankan keaktifan peserta didik, inovatif dengan memberikan sesuatu yang baru dan menarik minat sehingga peserta didik semakin tertarik dan tertantang untuk mau melakukan.

Dengan menggunakan gambar ini peserta didik menyusun, memasangkan maupun mengurutkan secara logis menggunakan kemampuan menalarnya sehingga lebih mudah memahami materi Hubungan Internasional yang biasanya mereka anggap sulit dipahami dan pembelajaran menjadi bermakna.

 

Oleh : Asriniyatun, S.Pd,. M.A.

Guru SMK Negeri 11 Semarang

BERBAGI