Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “Pikasu”, Tingkatkan Minat Belajar IPS

“Pikasu”, Tingkatkan Minat Belajar IPS

118
Kristi Handayani, S.Pd.SD Guru di SD Negeri Bandungrejo,Kec. Ngablak Magelang
Kristi Handayani, S.Pd.SD Guru di SD Negeri Bandungrejo,Kec. Ngablak Magelang

IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki kesulitan tersendiri bagi siswa. Sudah bukan kejutan lagi kalau materi pelajaran IPS sangat kompleks dan berat. Apalagi rata-rata pembelajaran yang dilaksanakan di kelas cenderung monoton, kurang menarik dan membosankan. Kondisi yang demikian tentu akan menurunkan minat belajar siswa.

Rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS tak luput dari pembelajaran yang diberikan oleh Guru di kelas. Kurang tepatnya metode pembelajaran yang disampaikan guru dan juga terlalu banyak penggunaan metode ceramah dalam menyampaikan materi pelajaran IPS. Metode ceramah mengakibatkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Hal ini juga terjadi pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri Bandungrejo,Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Hal ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus. Untuk itu guru dituntut memberikan pembelajaran yang menarik. Sehingga siswa akan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Guru harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga pembelajaran yang berlangsung dapat menjadi lebih bermakna dan dapat diserap oleh peserta didik. Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan membutuhkan media pembelajaran yang tepat.

Derek Rowntree (dalam Rohani, 1997:7) mengemukakan bahwa media pembelajaran berfungsi membangkitkan motivasi belajar, mengulang apa yang telah dipelajari, menyediakan stimulus belajar, mengaktifkan respon peserta didik, memberikan balikan dengan segera dan menggalakkan latihan yang serasi.

Berangkat dari hal tersebut penulis ingin mencoba menggunakan media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat siswa belajar IPS. Pada Tema Indahnya Keberagaman Negeriku, mata pelajaran IPS kelas 4 SD Semester 2, KD 3.2 Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia serta hubungannya dengan karakteristik ruang. Dalam materi Keberagaman ini, penulis mencoba menggunakan media pembelajaran Permainan Kartu Suku (Pikasu). Melalui penggunaan permainan kartu kata ini nanti diharapkan proses belajar mengajar akan lebih menyenangkan dan peserta didik akan antusias mengikuti pelajaran. Sedangkan Guru hanya berperan sebagai fasilitator.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan Permainan Kartu Suku meliputi :1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 2.Guru membagi siswa menjadi 3-4 kelompok. 3. Guru menjelaskan permainan yang akan dilakukan siswa dan membagikan kartu pada tiap siswa. 4. Guru meminta tiap kelompok menuliskan nama suku pada kartu yang dibagikan dan masing-masing siswa dalam satu kelompok tidak boleh menuliskan nama suku yang sama 5. Siswa memasukkan kartu yang telah di isi ke dalam kotak yang disediakan Guru. 6. Masing-masing siswa maju mengambil kartu Suku, mencari dan menempelkan pada propinsi yang tepat pada Peta Indonesia yang telah dipajang di depan kelas. 7. Siswa bersama guru mengoreksi setiap jawaban.Setelah selesai,siswa bersama guru menentukan kelompok mana yang paling banyak menjawab dengan benar. Kelompok yang menang diberikan penghargaan dan kelompok yang kalah diminta menyanyi. 7.

Di akhir pembelajaran guru memberikan umpan balik dan penguatan berkaitan materi yang telah disampaikan.
Ternyata dengan menggunakan pemainan kartu suku ini siswa lebih aktif dalam pembelajaran sehingga suasana di kelas lebih hidup, lebih menyenangkan, dan menarik. Semangat siswa mengikuti pelajaran IPS meningkat dibandingkan pada pembelajaran-pembelajaran sebelumnya. Penggunaan Permainan kartu suku ini sangat mudah dilakukan, sangat murah karena hanya menggunakan kertas dan dapat diterapkan dalam mata pelajaran yang lain selain IPS.

Kristi Handayani, S.Pd.SD
Guru di SD Negeri Bandungrejo,Kec. Ngablak
Magelang