Beranda Politik Pimpinan Sementara DPRD Jateng Ngobrol Bareng Wartawan

Pimpinan Sementara DPRD Jateng Ngobrol Bareng Wartawan

150
Bambang Kusriyanto, Sukirman, dan Dr. Alwin Basri didampingi Urip Sihabudin melakukan dialog bersama wartawan soal kinerja kedewanan ke depannya di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian, Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang. (dok DPRD Provinsi Jawa Tengah)

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG –Ketua Sementara DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mendapat kunjungan wartawan dari sejumlah media massa, Rabu (4/9/2019), di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian Jalan Pahlawan Nomor 7 Kota Semarang. Pada kesempatan itu, beberapa wartawan menanyakan soal jadwal penetapan pimpinan dewan definitif dan keanggotan alat kelengkapan dewan (AKD).

Menjawab hal itu, Bambang Kusriyanto mengaku saat ini dirinya belum dapat menentukannya karena penetapan pimpinan dewan definitif masih harus melalui beberapa tahapan. Yang jelas, kata dia, prosesnya harus melewati tahap musyawarah di masing-masing parpol.

“Nantinya, digelar rapat paripurna dulu untuk menentukan pimpinan dewan definitif. Diusahakan, proses yang terjadi itu bisa dilakukan secara musyawarah untuk menentukan komposisi AKD. Karena, kami juga masih menunggu dari keputusan parpol dalam penentuan pimpinan di DPRD,” kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Ditanya soal komitmen DPRD ke depan, mengingat parpol pemenang adalah PDI Perjuangan yang notabene bukan parpol oposisi, ia meminta semua pihak tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Karena selama ini, meski gubernur berasal dari PDI Perjuangan, kritik untuk kepentingan pembangunan daerah tetap dilaksanakan.

“Sebenarnya fair-fair saja karena untuk menentukan anggaran juga pasti ada perdebatan. Yang jelas, ada solusi untuk membangun daerah dan melaksanakan program-program pemerintah,” tegasnya.

Sementara soal disiplin dewan, ia mengakui kedisiplinan waktu itu perlu ditingkatkan. Salah satu upayanya yakni berkomunikasi aktif terhadap masing-masing dewan. Dari situ diharapkan, dewan yang baru dilantik bisa memperbaiki kedisiplinannya dan ikut mengubah imej mengenai tidak disiplinnya para anggota dewan saat mengikuti rapat.

“Sebagai contoh, kedisiplinan itu dapat dilihat dari kehadiran dalam rapat paripurna. Kalau perlu, setiap dimulai rapat, dewan yang tidak hadir akan disebutkan nama-namanya sehingga semua bisa tahu bahwa ada dewan yang izin, sakit, atau lainnya. Diharapkan pula, setiap fraksi bisa mengawasi para anggotanya ke depan,” katanya, sembari menambahkan, “kami juga berharap teman-teman media bisa ikut mengawal. Namun, mengawal itu tidak hanya saat rapat paripurna sepi, pas ramai juga diliput. Biasanya saat sepi fotonya nyebar kemana-mana, sedangkan pas ramai nggak ada yang motret.”

Beberapa wartawan juga mempertanyakan mengenai perkembangan parlemen modern di DPRD Jateng. Menjawabnya, Wakil Ketua Sementara DPRD Jateng Sukirman menjelaskan bahwa sampai sekarang pemanfaatan teknologi tetap digunakan dalam penyerapan aspirasi masyarakat.

“Pada 2016, DPRD Jateng berhasil meraih penghargaan sebagai penggagas parlemen modern di Indonesia. Dalam perkembangannya, setiap individu dewan dituntut atau setidaknya melek media sosial karena pengaruhnya sangat besar dalam komunikasi kepada masyarakat. Saat ini, DPRD Jateng sudah memiliki media online dan media sosial dalam penyerapan aspirasi masyarakat,” kata Legislator dari Fraksi PKB itu.

Meski begitu, pihaknya tetap menjaga pemberitaan DPRD di sejumlah media mainstream, baik media lokal maupun nasional. Bentuknya berupa berita, dialog interaktif, dan lain-lain dengan konteks sosialisasi aktif kepada masyarakat.

“Sayangnya, kelemahannya adalah belum adanya peraturan dari pemerintah berupa pendampingan tim ahli di setiap anggota dewan. Karena, diakui pula tidak semua anggota dewan memahami persoalan teknologi informasi. Contohnya, ada anggota dewan yang sudah lanjut usia sehingga perlu pendampingan khusus,” ucapnya.

Dalam suasana santai di Ruang Rapim itu, hadir pula Anggota DPRD Dr. Alwin Basri didampingi Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabudin. Sementara puluhan wartawan yang hadir di Ruang Rapim tersebut berasal dari media cetak, online, televisi, dan radio, baik lokal maupun nasional. (fid)