Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Pipa Pepi Tingkatkan Hasil Belajar IPA

Pipa Pepi Tingkatkan Hasil Belajar IPA

257
Joni Mulyono, M.Pd. Guru SD Negeri Tempuran Kaloran Temanggung
Joni Mulyono, M.Pd. Guru SD Negeri Tempuran Kaloran Temanggung

Pipa pepi merupakan salah satu inovasi  model pembelajaran menggunakan  mind mapping (peta pikiran). Pipa pepi merupakan singkatan dari Pintar Pakai Peta Pikiran. Peta pikiran ini dimaksudkan untuk memaksimalkan penggunaan model pembelajaran peta pikiran dalam pemaparan materi pelajaran. Selain itu, penggunaan model pembelajaran pipa pepi juga dapat membantu siswa dalam menghafal materi. Tidak hanya sekadar menghafal saja akan tetapi penggunaan model ini dapat juga meningkatkan pemahaman materi.

Tony Buzan dikenal sebagai salah satu tokoh yang berusaha mengenalkan Peta pikiran pada publik. Dalam bukunya yang berjudul Buku pintar mind map, Buzan (2008:4) mengemukakan demikian: Peta pikiran adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar  dari  otak. Peta pikiran adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan  secara  harfiah akan memetakan pikiran – pikiran  kita. Peta pikiran dapat membantu dalam banyak hal.

Michael Michalko dalam Buzan (2008:6) Peta pikiran akan mengaktifkan seluruh otak, membereskan akal dari kekusutan mental, memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan, membantu menunjukkan hubungan antara bagian – bagian informasi yang saling terpisah, dan lain – lain. Peta pikiran menggunakan kemampuan otak akan pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesar – besarnya. Dibandingkan pencatatan tradisional peta pikiran lebih merangsang secara visual dikarenakan peta pikiran mengkombinasikan warna, simbol dan gambar. Pencatatan tradisional cenderung hanya terdiri dari satu warna. Hal ini yang membuat penggunaan peta pikiran memudahkan siswa mengingat informasi maupun materi pelajaran.

Langkah – langkah dalam membuat mind mapping sebagai berikut Pertama mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang panjang sisinya diletakkan mendatar, Kedua gunakan gambar atau foto untuk ide sentral selanjutnya, Ketiga gunakan warna, Mengapa? Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind mapping lebih hidup, dan menyenangkan. Keempat hubungkan cabang – cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang – cabang tingkat dua dan tiga ke cabang tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Kelima buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus.  Ketujuh gunakan gambar untuk setiap cabangnya. Mengapa? Karena seperti halnya  gambar sentral akan memberikan makna seribu kata.

Dalam pembelajaran IPA, peta pikiran dapat digunakan untuk meringkas konsep awal yang harus diketahui siswa. Setelah ringkasan ditulis guru mengajak siswa memahami materi sesuai dengan alur peta pikiran. Dalam  memahami  perkembangbiakan makhluk hidup misalnya, guru mengajak siswa meringkas perkembangbiakan makhluk hidup dari buku selain itu, guru mengajak untuk menulis setiap kata kunci. Mengenai pembuatan peta pikiran, siswa diajak membuat mind map dengan materi perkembangbiakan makhluk hidup. Pembuatan gambar disesuaikan dengan keinginan sang anak. Sang anak bebas mengekspresikan imajinasinya. Guru berperan memantau jalannya proses pembuatan peta pikiran. Pembuatan ini sebaiknya dilakukan secara berkelompok. Dengan berkelompok siswa diberikan kesempatan bekerjasama untuk menyatukan pendapat menyelesaikan masalah dan meyakinkan tiap anggota kelompok mengetahui atas jawaban pertanyaan tersebut. Siswa bekerjasama untuk memahami suatu materi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar.

Penggunaan peta pikiran dalam pembelajaran mengajak siswa  mengulang  dengan cara bersenang – senang memainkan dan memadukan warna, simbol, dan gambar. Dengan penggunaan gambar dan warna tersebut, peta pikiran membantu siswa untuk menggunakan kedua sisi otak dan mempermudah kita untuk berpikir, merencana, menyusun, mengingat dan mengambil kendali. Penggunaan kedua sisi otak membuat otak siswa berkembang dan hasil belajar pun akan maksimal.

 

Joni Mulyono, M.Pd.

Guru SD Negeri Tempuran Kaloran Temanggung