Beranda Ekonomi PLN Beri Beasiswa Rp 2,7 Miliar Siswa SMA Dirgantara

PLN Beri Beasiswa Rp 2,7 Miliar Siswa SMA Dirgantara

16
BERBAGI
PLN memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada Sekolah Menengah Atas Pradita Dirgantara di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (11/7). FOTO : IST/ANING KARINDRA/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI– PLN Peduli (CSR PLN) kembali berkontribusi dalam bidang pendidikan. Kali ini, PLN memberikan bantuan kepada Sekolah Menengah Atas Pradita Dirgantara di Boyolali, Jawa Tengah.

Bantuan pendidikan yang diberikan sebesar Rp2.760.000.000 (Dua miliar tujuh ratus enam puluh juta rupiah), yang diserahkan secara simbolis pada acara launching SMA tersebut, Rabu (11/7).

Turut hadir dalam acara tersebut, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto; Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI, Yuyu Sutisna; Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret, Ravik Karsidi; Presiden RI ketiga, B.J. Habibie; serta perwakilan dari PLN, yakni Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali dan perwakilan dari BUMN lainnya.

Dalam pengarahannya, Panglima TNI menyatakan, sekolah Pradipta Dirgantara terinspirasi dari sebuah lagu anak.

“Ada sebuah lagu yang dipopulerkan oleh adik kita Joshua Suherman yang liriknya Cita-citaku..Ingin jadi profesor..Bikin pesawat terbang..Seperti pak Habibie. Dari lirik lagu tersebut ada satu pemikiran bagaimana kita bisa mendidik, mencetak seorang yang cerdas menjadi benteng Pancasila, menjaga kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI yang berkarakter dirgantara maka muncul satu ide membangun satu sekolah unggulan yang kita beri nama Pradita Dirgantara,” ungkap Panglima TNI.

Ditambahkan, Pradita artinya pandai atau cerdas, dan Dirgantara yang artinya angkasa. Ini diharapkan akan mewujudkan tantangan geografis Indonesia yang berkepulauan, hingga dapat terbentuk satu konektivitas dengan menggunakan teknologi tinggi yaitu teknologi dirgantara.

Panglima TNI juga berharap, dengan berdirinya Pradita Dirgantara dapat terlahir Habibie – Habibie baru di Indonesia, yang akan menjawab tantangan teknologi kedirgantaraan.

B.J. Habibie yang turut hadir juga memberikan pesan, IMTAK dan IPTEK harus berjalan beriringan.

“Pendidikan setinggi apapun kalau tidak menghasilkan apapun maka tidak ada gunanya. Menghasilkan apapun tapi tidak disertai imtak juga tidak ada gunanya. Jadi imtak dan iptek harus berjalan bersama,” tutur Habibie.

Perlu diketahui, SMA Pradita Dirgantara merupakan sekolah berasrama (boarding school), dimana jumlah siswa untuk angkatan pertama adalah sebanyak 150 siswa. Dibangun di lahan seluas ±6 hektare, yang lokasinya berada di depan Bandara Internasional Adi Soemarmo, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sekolah ini akan menyiapkan siswa untuk menjadi Perwira TNI/TNI AU/POLRI/STPDN dan Sekolah Pilot ataupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama baik negeri/swasta di Indonesia.

Di lain kesempatan, PLN mengucapkan selamat atas peresmian SMA Pradita Dirgantara sebagai sekolah yang akan menciptakan pemimpin-pemimpin negara.

“PLN akan terus berkontribusi dalam bidang pendidikan demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan generasi muda yang unggul dan berkarakter kebangsaan,” ujar Muhamad Ali.

Untuk itu, lanjutnya, PLN memberikan bantuan pendidikan di bidang sarana dan prasarana untuk SMA Pradita Dirgantara.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas peresmian sekolah ini. Semoga SMA ini dapat mencetak pemuda-pemudi Indonesia yang berakhlak mulia, cakap, kreatif, berkarakter dan mandiri,” ucapnya.

Setelah sekolah selesai diresmikan, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di lingkungan SMA Pradita Dirgantara dan peninjauan fasilitas sekolah. (hfd/aln)

BERBAGI