Beranda Headline Polda Jateng Akhirnya Amankan Pesilat yang Buat Onar di Solo

Polda Jateng Akhirnya Amankan Pesilat yang Buat Onar di Solo

135

JATENGPOS.CO.ID,SUKOHARJO – Polda Jawa Tengah mengamankan tujuh pesilat sebuah perguruan silat atas dugaan keterlibatannya dalam pengeroyokan di Kartasura, Rabu, 15 Januari 2020. Tujuh tersangka yang dibekuk di berbagai tempat yakni RM warga Gatak, AZ warga Banjarsari, MT warga Polokarto, SK warga Grogol, FH warga Sukoharjo, As warga Mojolaban, Vr warga Serengan. Pengeroyokan yang mereka lakukan diyakini untuk melancarkan aksi balas balasan.

Polda Jawa Tengah bersama jajarannya paparkan hasil tindakan kepolisian berupa penangkapan dan penyitaan barang bukti tindak kejahatan yang terjadi di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut. Direktur Reskrimum Polda Jateng,  Kombes Pol Budi Haryanto menyebut, Polda Jateng dan jajarannya tidak akan tinggal diam terhadap pelaku tindak kejahatan  yang meresahkan masyarakat.

“Bahwa kejahatan-kejahatan ini yang sudah membuat masyarakat resah kita tidak tebang pilih dan ragu-ragu untuk disikat,” jelasnya Jumat (24/1).

Salah satunya kasus tawuran atau perkelahian antar ormas yang terjadi pada Selasa (14/1) sekira pukul sekira pukul 23.30 WIB yang terjadi di salah satu warung angkringan di  Jalan A.Yani Kartasura, Sukoharjo. Kombes Pol Budhi Haryanto menjelaskan kronologi kejadian saat itu, pelaku yang berjumlah 7 orang bersama rombongan  teman lainnya selesai melakukan Kopdar di kawasan Pengging, Boyolali dan pulang ke arah  Solo. Mirisnya lagi ada dua pelaku pengeroyokan yang masih dibawah umur.  Setibanya di perempatan lampu merah Hotel Pramesti Kartasura bertemu dengan saudara seperguruannya yang mengalami luka di kepalanya. Saat ditanyakan kepada yang bersangkutan, mengaku jika dirinya habis dikeroyok.

Saat itu salah satu pelaku  melihat ada kelompok dari perguruan lain yang kebetulan berada di warung angkringan yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi mereka berhenti. Kemudian mereka menghampiri ke warung angkringan dan langsung mengeroyok para korban. Usai melakukan  pengeroyokan  mereka langsung meningglkan lokasi.  Selain para pelaku juga masih ada teman lainnya yang ikut melakukan pengroyokan, namun para pelaku tidak mengenalnya.  Selesai melakukan pengeroyokan pelaku bersama teman lainnya meninggalkan lokasi kejadian.

“Mereka yang menjadi korban pengeroyokan berjumlah 4 orang, yang semuanya mengalami luka akibat pemukulan yang dilakukan oleh para pelaku,” papar Kombes Pol Budi Haryanto.

Menurut Budi, untuk kasus tawuran yang terjadi di  Kartosura Sukoharjo antar ormas, pemicunya adanya arogansi, merasa kuat dan memiliki banyak kawan sehingga kelakuan mereka berubah.

“Mirisnya lagi dua pelaku pengeroyokan tersebut masih dibawah umur,” imbuhnya.

Budi menegaskan, dari  Polda Jateng kembali mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kepada masyarakat Solo khususnya tidak perlu khawatir dan resah. Karena pihaknya  hadir setiap saat, setiap waktu untuk kemananan dan kenyamanan seluruh masyarakat.

“Sekali lagi saya ingatkan jangan sampai kami dipaksa untuk bertindak lebih tegas lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho I ST MH menambahkan berdasarkan fakta fakta adanya laporan Polisi, keterangan saksi serta dikuatkan dengan barang bukti yang telah disita dari tersangka , maka terhadap tersangka dapat diduga telah Turut Membantu tindak pidana Melakukan membawa pergi seseorang dari tempat kediamannya dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan Hukum di bawah kekuasaannya atau kekuasaan orang lain ,atau untuk menempatkan dia dalam keadaan sengsara dan atau Barangsiapa di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana di maksud dalam Pasal 328 dan atau Pasal 170 ayat 2e KUH Pidana.

“Berdasarkan fakta fakta dan keterangan saksi serta dikuatkan dengan barang bukti yang telah disita dari saksi dan tersangka maka ancaman hukuman yakni selama-lamanya 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.Sementara itu, para pelaku yang berstatus anak telah dilakukan Diversi bersama Korban disaksian BAPAS dan DPPKBP3A Kab. Sukoharjo di Polres Sukoharjo pada tanggal 22 Januari 2020 dan didapat hasil Diversi berhasil,” paparnya.(fid/akh)