Beranda Hukum & Kriminal Polisi Dalami Kemungkinan Tersangka Baru

Polisi Dalami Kemungkinan Tersangka Baru

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID. SOLO – Kondisi korban penganiayaan ayah tiri, RP (4) mulai membaik setelah mendapatkan perawatan selama beberapa hari di RSUD dr Moewardi. Di sisi lain, Polresta Solo mulai mendalami kemungkinan adanya tersangka baru.

Ketua Tim Dokter Perlindungan Pasien terhadap Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPKBGA) RSUD dr Moewardi yang menangani RP mengatakan, secara umum kondisinya sudah lebih baik dibandingkan saat pertama kali datang, Jumat (16/2) siang.

“Saat pertama datang kondisinya syok dan malnutrisi karena dehidrasi akibat kekurangan cairan. Setelah mendapatkan perawatan dari tim secara fisik kondisinya sudah lebih baik. Untuk penyembuhan fisiknya beberapa hari ke depan sudah bisa sembuh, tinggal psikisnya yang belum,” jelasnya kepada wartawan, Senin (19/2).

Ia menambahkan, secara psikis RP sudah sadar sepenuhnya dan sudah bisa diajak komunikasi dan bercanda dengan tim dokter maupun petugas Dinas Sosial yang mendampingi.

“Sudah bisa bermain, nonton tv dan diajak bicara. Saat pertama kali datang tidak mau bicara sama sekali. Yang jelas untuk penanganan korban kekerasan memang lebih membutuhkan waktu, apalagi untuk menghilangkan trauma dari kejadian yang dialami. Dan saat ini untuk traumatiknya masih dalam penanganan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi mengatakan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Termasuk mendalami kemungkinan adanya tersangka baru.

“Sementara ini kami sudah menetapkan dua tersangka tapi perannya belum maksimal. Karena itu, kami terus mendalami kasus ini, salah satunya dengan mencocokkan hasil visum dari rumah sakit dengan keterangan tersangka. Karena di tubuh korban banyak bekas luka lama,” ungkapnya.

Terkait luka yang dialami korban, Agus mengatakan ada beberapa luka luar yang terdapat pada korban. Luka tersebut diduga dari benda keras seperti karet. Selain itu terdapat pula luka seperti disiram air panas. “Penyebab luka masih belum jelas dan masih kami dalami. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan rumah sakit terkait hasil visum. Begitu juga dengan kondisi psikis korban yang belum pulih benar,” ujarnya.

Dan untuk mencocokkan keterangan tersangka, pihaknya juga akan mencari ayah kandung korban yang dikatakan merupakan orang Kalimantan. “Akan kita cari juga (ayah kandung),” pungkasnya. (jay/saf/muz)

BERBAGI