Beranda Semarang Polisi Datangkan Tiga Saksi Ahli Dugaan Pendiskreditan Parpol

Polisi Datangkan Tiga Saksi Ahli Dugaan Pendiskreditan Parpol

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Polres Banjarnegara masih terus mendalami kasus dugaan pendiskreditan terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui unggahan pada media sosial di Banjarnegara.

Setelah memintai keterangan pengunggah video, polisi juga memanggil tiga saksi ahli. Hal itu dilakukan guna mempertajam analisa dugaan kasus pendiskreditan parpol tersebut.

Kasubdit II Dit Reskrimsus Polda Jateng, AKBP Teddy Fanani, mengatakan, asistensi kepada penyidik Polres Banjarnegara sudah dilakukan. Perkembangan terkini polisi masih menunggu laporan resmi dari parpol bersangkutan. Rencananya pelaporan resmi akan dilakukan oleh kader PDIP, Nuryanto, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Banjarnegara.

“Asistensi sudah dilakukan. Sambil menunggu laporan resminya, kami akan mintai keterangan dari tiga saksi ahli yaitu ahli pidana, ahli bahasa, dan Kominfo,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (14/2).

Teddy menjelaskan sementara ini baru saksi ahli bahasa yang sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Meski demikian pihaknya akan terus mempertajam penyelidikan dengan memintai keterangan dari ahli pidana dan Kominfo.

“Sementara yang sudah dimintai tanggapan adalah ahli bahasa. Nanti akan disertakan lagi dengan mendengar tanggapan atau keterangan dari dua saksi ahli lainnya (ahli pidana dan Kominfo,” ungkapnya.

Keterangan dari tiga saksi ahli tersebut cukup penting dalam penanganan kasus ini. Menurut Teddy, keterangan dari ahli pidana akan mempertajam apakah unggahan video di media sosial tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak. Sementara untuk ahli bahasa adalah untuk memperdalam penyelidikan terkait apakah unggahan tersebut termasuk dalam ujaran kebencian atau pencemaran nama baik.

“Kalau Kominfo itu untuk koordinasi penerapan UU ITE-nya. Hasil dari keterangan ketiga  saksi ahli tersebut akan menjadi acuan dan kami langsung bergerak,” papar Teddy yang juga menjadi koordinator tim cyber Polda Jateng tersebut.

Adapun untuk pengunggah video yang dianggap mendiskreditkan salah satu parpol tersebut sudah diperiksa oleh penyidik Polres Banjarnegara. Status pengunggah masih sebagai saksi terkait kasus tersebut.

“Pemosting atau pengunggah sudah diperiksa, statusnya sebagai saksi. Untuk namanya nanti saja sekalian,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Banjarnegara menerima aduan terkait dugaan pendiskreditan salah satu parpol yakni PDIP di Banjarnegara. Konten pendiskreditan tersebut berupa video kegiatan salah satu parpol yang diunggah ke dalam grup WhatsApp.

Adapun cover video tersebut bertuliskan “PDI-P dan Komunis Siap Membantai Umat Islam”. (har/muz)

BERBAGI