Beranda Jateng Pantura Barat Polres Batang Gelar Silahtuhrahmi Kebangsaan

Polres Batang Gelar Silahtuhrahmi Kebangsaan

BERBAGI
Muspida dan tokoh agama bersilahtuhrahmi. FOTO : TEGUH DIDIK R/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Polres Batang menggelar sillaturahmi kebangsaan yang di ikuti  berbagai elemen agama. Acara yang di awali  pembacaan doa oleh tokoh agama Hindu, Kristen, Katolik, Budha, Kong Hu Chu dan Islam ini sekaligus menyambut Natal 2017,  tahun baru 2018,  tahun politik 2018 dan 2019.  Tampak ratusan undangan  memadati halaman Mapolres Batang seperti Forum Kerukunan Lintas agama (FKUB),  Muhammadiyah, NU, pramuka,  Kodim Batang serta para Camat dan kades. “Ini  bentuk implementasi polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat menciptakan  keamanan dan ketertiban. Sehingga Natal dan tahun baru 2018 kondusif,” kata Kapolres Batang AKPB Edi Suranta Sinulingga.

Kapolres Edi Suranta meminta masyarakat tak terpengaruh isu yang mengatasnamakan agama yang mengarah ke unsur politik. “Toleransi penting untuk menghindari terjadinya konflik antar umat beragama,” jelasnya. Senada Komandan Kodim Batang Letkol Inf. Fajar Ali Nugraha mengatakan, selama bertugas di Batang, belum pernah menemukan  konflik antar umat beragama. Ini menujukan kesadaran masyarakat Batang sangat baik. “Kita jalin silaturahmi, agar masyarakat  damai. Musuh kita saat ini adalah peredaran Narkoba. Jadi saya mengajak kita semua peduli dengan kondisi lingkungan kita,” imbuh Letkol Fajar Ali Nugraha.

Bupati Batang H. Wihaji  mengatakan, para  tokoh agama dan tokoh masyarakat telah mempersatukan masyarakat yang berlatar belakang berbeda – beda suku, agama, budaya dan ras. “Jangan tanamkan kebencian kepada penganut agama lain, karena  kebencian memecah belah antar umat beragama,” kata Wihaji. Dia mengajak antar tokoh agama guyub rukun memajukan Kabupaten Batang.

Ustadz Dr KH Sam’ani Sya’roni saat memberikan tausiah mengatakan  Indonesia adalah Negara heterogen maka dasar Negara yang sesuai adalah negara Pancasila bukan negara Islam, Kristen, Hindu atau agama lainnya. “Toleransi itu bukan berarti kita membenarkan ajaran semua agama. Tapi saling menghormati ajaran tiap agama,” tegas Samani. Sehingga toleransi  harus tassamuh atau saling menghormati antar pemeluk agama. Sedangkan soal  oknum pelaku kekerasan, radikalisme  atau terorisme selalu ada di setiap agama di dunia. (dik)