Beranda Headline Polres Kota Surakarta Selidiki Kasus Penganiayaan Satu Korban Meninggal

Polres Kota Surakarta Selidiki Kasus Penganiayaan Satu Korban Meninggal

123

JATENGPOS.CO.ID, Solo – Polres Kota Surakarta masih melakukan menyelidikan dengan meminta keterangan saksi terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, di Jalan Gator Subroto Kratonan, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Minggu dini hari.

Menurut Kapolres Kota Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo melalui Kapolsek Serengan Kompol Giyono di Surakarta, Minggu, korban meninggal dunia adalah Hendi Aji Santoso (18) warga Bendo RT 16 RW 7, Pandaan, Wonosari, Klaten.

“Kami memeriksa dua saksi pertama teman korban dan seorang pedagang yang melihat di sekitar kejadian, dan memeriksa alat CCTV di dekat lokasi kejadian,” kata Giyono.

Menurut Giyono, kasus penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Polisi masih meminta keterangan saksi yang melihat langsung di lokasi kejadian, tepatnya di depan dealer Yamaha SBR Jalan Gatot Subroto Serengan Solo.

“Korban penganiayaan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Kustati Solo,” kata Giyono.

Giyono mengatakan kronologi peristiwa penganiayaan berawal dari korban bersama rombongan selesai menghadiri acara ulang tahun seorang temannya.

Korban bersama teman-temannya kemudian pulang dari acara, dan saat perjalanan melintas di Jalan Gotot Subroto Kratonan dihadang oleh kelompok orang tidak dikenal.

Rombongan korban ini, kata dia, dianggap kelompok geng motor hingga akhirnya terjadi cek-cok antara korban dengan pelaku. Setelah itu, para pelaku sekitar enam orang pergi ke arah selatan, dan disusul rombongan korban.

Namun, pelaku setelah itu, memutar arah, dan saat berpapasan dengan rombongan korban langsung melempar batu yang salah satunya mengenai dada korban dan terjatuh dari sepeda motor di lokasi kejadian. Korban kemudian dibawa ke RS Kustati dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

“Kami setelah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian perkara, dan mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi. Kami berharap kasus ini, segera terungkap,” kata Giyono.

Menurut dia, korban saat mengendarai sepeda motor berada paling depan bersama rombongan teman-temannya, sedangkan rombongan pelaku ada enam orang melempar batu dua kali. Batu pertama mengenai temannya dan kedua mengenai dada korban hingga terjatuh. (fid/ant)