Beranda Hukum & Kriminal Polres Semarang Tangkap Pengedar Pil Penggugur Kandungan

Polres Semarang Tangkap Pengedar Pil Penggugur Kandungan

BERBAGI
Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho menunjukkan barang bukti dari dua pelaku pengedar obat penggugur kandungan di Mapolres Semarang, Selasa (13/2). FOTO:DHANI/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. UNGARAN- Pengedar dan penjual ribuan butir obat penggugur kandungan pada Pemandu Karaoke (PK) di Bandungan ditangkap jajaran Satuan Narkoba Polres Semarang, Senin (13/2) malam kemarin.

Dua orang penjual ini diantaranya Erwin Maulana (27) warga Gemah, Pedurungan, Kota Semarang sebagai suplayer dan Eko Arief (19) alias Kodok warga Jimbaran, Kabupaten Semarang sebagai penjual terakhir pada pengguna.

Erwin mengaku dapat obat penggugur kandungan merek Cytotec dari pedagang di Solo yang dikenalnya melalui jaringan sosial media. Erwin mengaku mantan seles obat ini awalnya iseng mencari Cytotec melalui search engine Google dengan kata kunci ‘jual obat penggugur’.

“Ternyata banyak yang jual, saya ambil Rp 300 ribu satu emplek (10 butir) dari Solo hanya lewat komunikasi Whatsapp saja, uang saya kirim tidak lama saya dikirimi,” aku Erwin di Mapolres Semarang, Ungaran, Selasa (13/2).

Kemudian dijual ke Eko dengan harga Rp 500 ribu per 10 butir. Dan Eko menjual pada pengguna Rp 700 ribu.

Penjulan obat tanpa resep ini melalui aplikasi android WhatsApp. Kemudian Eko dan pembeli ketemu di tempat yang telah ditentukan. “Saya sejak bulan November lalu, saya jual karena keuntungannya banyak,” ujar Eko yang sehari-hari menjadi pedagang sayur keliling.

Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho menyatakan peredaran obat peredaran obat penggugur ini dilarang oleh Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Mestinya obat ini harus persetujuan dokter yang membidangi dan dilarang beredar secara umum.

“Keduanya dijerat Undang-Undang Kesehatan Pasal 196 dan atau 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara dan denda maksimal satu milyar rupiah,” ujar Kapolres.

Kedua pengedar obat terlarang ini mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini mendekam dalam jeruji tahanan Polres Semarang. Beserta barang bukti dua strip Cytotec masing-masing berisi sepuluh butir, delapan butir Cytotec, lima belas butir pil Gastrul, sebuah ponsel jenama Alcatel biru tua, dua polsel untuk jual beli obat dan uang tunai hasil penjualan Cytotec sebesar Rp 1,6 juta. (dni/muz)

BERBAGI