Beranda Semarang Posko Mudik Dinkes Kota Semarang Telah Tangani 785 Kasus, Terbanyak di Simpang...

Posko Mudik Dinkes Kota Semarang Telah Tangani 785 Kasus, Terbanyak di Simpang Lima

118

JATENGPOS.CO.ID, Semarang – Masuki H+3 Lebaran, hingga hari ini, Sabtu (8/6/2019) Posko Mudik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang telah menangani 785 kasus selama musim mudik tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono, menuturkan ada 22 posko pelayanan kesehatan yang disiagakan pihaknya sejak 29 Mei 2019. Dari jumlah itu, kasus non kecelakaan yang ditangani ada 735, sementara kasus kecelakaan ada 50.

“Sementara, 735 non kecelakaan yang ditangani di antaranya para pemudik yang kecapekan, ada juga mengantuk. Rata-rata lelah dan beristirahat di posko,” ucapnya..l

Ia melanjutkan, dari 22 posko layanan kesehatan yang di siagakan, kasus terbanyak terjadi di posko kesehatan di Simpang Lima Kota Semarang.

“Paling banyak di posko yang Simpang Lima, hingga hari ini ada 134 kasus yang ditangani. Sebabnya, karena ada lonjakan kasus di sana pada 3 Juni 2019 kemarin,” imbuhnya.

Selain 134 kasus di Posko Simpang Lima, terdapat 128 kasus di Karangmalang, 105 kasus di Ngaliyan, 91 kasus di Penggaron, 53 kasus di Terboyo, 38 kasus di GT Kalikangkung.

36 kasus di Purwoyoso, 34 kasus di Tol Banyumanik, 25 kasus di Mangkang, 23 kasus di Puskesmas Gunungpati dan di Tugu Muda, 20 kasus di Poncol, 19 kasus di Tlogosari Kulon, 18 kasus di Tawang, 14 kasus di Halmahera.

15 di Srondol, 4 kasus di Puskesmas Bangetayu, 3 kasus di rest area Manyaran, serta 2 di Ngesrep.

Sementara di posko yang berada di area Kebun Binatang Mangkang, Karangdoro, dan Puskesmas Mangkang hingga kini tidak ada.

Sekretaris Dinkes Kota Semarang Sarwoko Utomo menambahkan pos pelayanan kesehatan itu terus siaga hingga H+7 Lebaran atau 13 Juni 2019.

“Bagi yang di jalan tiba-tiba sakit, pusing, mual, atau lainnya bisa langsung menuju pos kesehatan Dinkes Kota Semarang,” papar dia.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia di tiap pos sudah lengkap dan sangat memadai. Pasalnya, tiap pos terdiri dari 1 mobil ambulans, 1 tenaga medis, 1 pembantu paramedis, dan 1 pengemudi.

“Ada tenaga medis dan lengkap dengan obat-obatan,” tutupnya. (fid/ntan)