Beranda Hiburan Power Slaves Donasi APD Hasil Penjualan Single Anyar

Power Slaves Donasi APD Hasil Penjualan Single Anyar

24
DONASI: Heydi Ibrahim vokalis Band Rock legendaris memberikan bantuan APD kepada petugas kesehatan di sejumlah puskesmas di Kabupaten Semarang. Foto : DOK/JATENG POS.

Power Slaves Band Rock legendaris tanah air kembali menunjukan eksistensinya dengan melakukan serangkain kegiatan di tengah masa pandemi covid-19. Hasil kreativitas album single karya mereka “Stare at Me” didedikasikan untuk membantu petugas kesehatan yang menangani pasien covid-19.

Penjualan lagu tersebut dikemas dalam market digital online, yang hasilnya 100 persen didonasikan untuk petugas kesehatan dalam bentuk alat pelindung diri (APD).

“Ada 75 baju APD, dan 4 parcel buah dan makanan sehat yang mampu kami kumpulkan dari hasil penjualan lagu tersebut. Semua ini sebagai bentuk kepedulian kami untuk konsisten dalam membantu pemerintah memerangi penyebaran virus corona,” ujar Heydi Ibrahim sang vokalis mewakili rekannya.

Sengaja disalurkan langsung kepada petugas kesehatan yang berada di daerah yakni, Puskesmas Ungaran, Leyangan, Banyubiru, dan Gedangan Kopeng Kabupaten Semarang. Konsistensi tersebut, sebagai bentuk kepedulian untuk petugas kesehatan yang berada di wilayah pedesaan yang jarang kesentuh bantuan serupa.

“Personil Power Slaves turun membagikan hanya saya, karena semua di Jakarta. Dan kebetulan saya juga tinggal di daerah Ungaran Kabupaten Semarang. Harapan kedepan untuk Power Slaves dan musisi ditanah air ditengah pandemi ini, segera keadaan pulih kembali dan kami bisa berkarya dengan baik,” imbuhnya.

Meski berat, berkarya dalam balutan masa pandemi covid-19 yang berdampak anjloknya roda perekonomian dalam berbagai bidang, tidak kecuali dunia panggung musik. Power Slaves tetap optimis Indonesia bisa bangkit kembali seperti semula.

Bukan menjadi halangan di tengah kebijakan pemerintah untuk terus menerapkan jaga jarak fisik. Power Slaves ke depan bakal berkarya lagi melalui cipta lagu yang mampu memompa semangat rakyat Indonesia #bersamamelawancorona.

“Keadaan ini memang sangat berat, kami sebagi musisi harus mampu bertahan dengan tetap optimis menatap kedepan. Berkarya bisa dilakukan dengan cara apa saja, meski konsep digital panggung musik tidak bisa semaksimal seperti pertunjukan langsung yang banyak ditonton masyarakat pecinta musik. Kami berharap kita semua bisa satu visi untuk bisa merubah keadaan ini,” pungkas, Heydi Ibrahim, yang kini juga tengah fokus berkarya dalam bentuk lukisan kain kanvas. (ucl/muz)