PP Muhammadiyah Dukung 5 Hari Sekolah

Haedar nashir ketum pp muhammadiyah saat memberikan keterangan pers soal 5 hari sekolah di ums sukoharjo.FOTO :ADE UJIANINGSIH/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Muhammadiyah mendukung kebijakan mentri pendidikan dan kebudayaan soal 5 hari sekolah dan pendidikan 8 jam sehari, sekaligus meminta presiden melindungi dan menguatkan kebijakan ini.
Sikap pp muhammadiyah ini selain mendukung menteri yang dari muhammadiyah juga menilai kebijakan positif dan logis untuk menguatkan pendidikan karakter dan keagamaan.

“Kebijakan ini cukup objektif dan PP Muhammadiyah sangat positif. Jangan malah beranggapan pendidikan 5 hari saja nanti sabtu minggu tidak terkontrol, malah ini saatnya peran keluarga membentuk anak khususnya dalam ajaran spiritual keagamaan.” Tandas Haedar, saat menghadiri acara di UMS sukoharjo, Senin (19/6).

Haedar menambahkan, pihaknya yakin dengan kapasitas dari menteri pendidikan saat mengambil kebijakan tersebut. Apalagi menteri menguatkan program tersebut dari 3 pertimbangan dan 7 dasar kebijakan, jadi dianggap kebijakan yang sudah matang dan mantap. Karena mendikbud merupakan salah satu tokoh pendidikan terbaik dari Muhammadiyah.

Haedar menambahkan, kalau mengukur kepentingan, Muhammadiyah harusnya yang paling cemas dalam kebijakan 5 hari sekolah tersebut. Namun muhammadiyah menilai akan banyak manfaat bagi pendidikan sosial dan karakter anak khususnya dalam keluarga.

Ditambahkan Nashir, saatnya pendidikan karakter diutamakan di Indonesia, karena negara lain sudah bergerak lebih cepat. Saatnya nation branding pendidikan.
Mengenai informasi presiden membatalkan peraturan sekolah 5 hari, perlu diklarifikasi lagi, bisa jadi masih perlu pengkajian lagi.

“Kami juga belum tahu pasti apakah informasi pembatalan 5 hari sekolah oleh presiden itu benar dilaksanakan. Kami berharap presiden tetap melaksanakan program 5 hari sekolah 8 jam pendidikan, tentunya dengan siatem yang sempurna.” Imbuhnya.

Di muhammadiyah sudah melaksanakan sistem full day dan sejauh ini berhasil. Karena selama ini sumber pendidikan bisa seimbang dari sekolah dan masyarakat. (dea/mg8)

LEAVE A REPLY