Beranda Jateng Solo Praktisi Lingkungan Mojolaban Klaim Bisa Atasi Bau PT RUM

Praktisi Lingkungan Mojolaban Klaim Bisa Atasi Bau PT RUM

BERBAGI
ATASI LIMBAH RUM : Praktisi pertanian Heri Sulistyo (baju batik) sedang melakukan uji coba penanganan limbah PT RUM didampingi Haryo, salah satu direksi PT RUM.
ATASI LIMBAH RUM : Praktisi pertanian Heri Sulistyo (baju batik) sedang melakukan uji coba penanganan limbah PT RUM didampingi Haryo, salah satu direksi PT RUM.

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Menghadapi aksi protes warga atas bau limbahnya, PT RUM tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan termasuk mempersilahkan masyarakat dan para ahli kimia untuk membantu dengan formulanya untuk menangani limbah bau.

Seperti yang dilakukan Hery Sulistyo, salah satu praktisi pertanian dan lingkungan asal Mojolaban Sukoharjo.  Sejak beberapa hari ini dia melakukan penelitian dengan mengunjungi langsung lokasi pabrik untuk melihat sumber bau.

Saat dikonfirmasi media ini, Kamis (11/1), Hery mengungkapkan pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi bau yang diresahkan warga yang hingga saat ini masih belum bisa diselesaikan. Saat mengunjungi PT RUM beberapa waktu lalu, ia mendapati langsung bau menyengat yang berada di lokasi IPAL pabrik PT RUM.

Pihaknya menyebut bau yang timbul diakibatkan proses yang belum sempurna dalam penampungan pengolahan limbah pabrik yang pertama. Menurutnya penggunaan bahan – bahan yang sangat kuat, menyebabkan adanya bau yang timbul yang menyengat.

“Sebenarnya bau itu ada di proses tempat penampungan pengolahan limbah yang pertama. Kalau hasil limbah cair yang sudah diolah itu sudah aman. PH nya sesuai standar dan aman dibuang di sungai,” papar dia

Dari pengamatannya, ia mempunyai ide untuk mengurai limbah pabrik agar tidak bau dengan mencampurkannya dengan mikroba. Ia menilai prinsip mikroba sebagai pengurai, akan mampu mengurai limbah pabrik sehingga tidak berbau. Ia menyakini dengan kualitas mikroba terbaik, akan mampu bertahan didalam lingkungan yang panas dan kondisi apapun dalam pengolahan limbah.

“Ya, cuma mikroba saja (bahannya). Inti mikroba itu adalah pengurai, hal hal yang tidak baik jadi baik. Bahan – bahan kimia yang tidak baik nanti akan berubah jadi nutrisi yang dibutuhkan oleh lingkungan. Saat ini saya sedang meneliti sampel limbah yang dikirimkan PT RUM ke rumah saya, saya akan coba untuk menetralisirnya dengan mikroba yang saya buat. Kalau sudah pas, saya yakin 1 x 24 jam akan selesai (permasalahan bau). Dan pemberian mikroba nantinya harus dilakukan setiap hari,” tandas Hery.

Sementara, Presiden Direktur PT RUM, Pramono, menyambut baik ide yang ditawarkan Hery Sulistyo. Ia bahkan tidak menyangka akan berfikir ke arah solusi itu, untuk mencoba menyelesaikan bau.

“Itu ide yang tidak terpikirkan oleh saya, dan hal itu harus dicoba untuk menghilangkan bau. Kami juga sudah mengirimkan sample limbah agar bisa dicoba dulu oleh Pak Hery. Tentu saat ini yang kami inginkan adalah bau segera hilang dan tidak merugikan masyarakat dan juga pabrik,” pungkas Pramono, kamis (11/1). (dea/saf)

BERBAGI