Beranda Nasional Presiden Kumpulkan Wali Kota se-Indonesia di Istana, Bahas Apa?

Presiden Kumpulkan Wali Kota se-Indonesia di Istana, Bahas Apa?

192
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany (keenam kiri) dan sejumlah wali kota foto bersama disela silaturahmi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7). (Antara)

JATENGPOS.CO.ID, BOGOR – Presiden Joko Widodo menerima para wali kota dari seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin.

Penerimaan sebanyak 98 wali kota dari seluruh Indonesia itu dibagi dalam tiga jadwal, pada Senin pagi pukul 09.00 WIB, sebanyak 32 wali kota diterima Presiden.

Sebelum pertemuan, para wali kota ini diajak foto bersama oleh Presiden di tangga teras depan Istana Bogor dan selanjutnya masuk ke ruang Garuda untuk melakukan pertemuan.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa pertemuan ini memang telah diagendakan supaya semua persoalan kota-kota di Indonesia secara detail bisa tersampaikan.

“Sehingga dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lapangan bisa segera kita lakukan,” kata Kepala Negara.

Berkaitan dengan makro ekonomi, kata Jokowi, bahwa saat ini semua negara mengalami tekanan dari eksternal, di antaranya masalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta kenaikan suku bunga “The Fed” AS.

“Kita tidak bisa mengintervensi apapun dan semua negara mengalami. Saya kira kita tidak perlu khawatir, tetapi yang paling penting buat saya kita tahu apa yang sedang terjadi,” jelasnya.

Kepala Negara juga mengatakan bahwa saat ini kota-kota juga perlu mengantisipasi perubahan-perubahan cepat dunia sekarang, yakni revolusi industri 4.0 yang perubahannnya sudah diprediksi.

“Menurut McKinsey Global Institute, perubahan revolusi industri 4,0 itu 3.000 kali cepat dari revolusi industri 1.0. Inilah kita harus sadar betul bahwa akan terjadi perubahan besar,” tegas Presiden.

Kepala Negara berharap kota-kota harus menyiapkan diri di dalam mengantisispasi dan menyiapkan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi perubahan yang sangat cepat ini.

“Saya kira tahu-tahu semuanya artificial intelligence (kecerdasan buatan), Internet of Thing, big data, kemudian penemuan-penemuan berkaitan dengan hoperloop spceX, Tesla. Kalau kita menyadari betul apa sih yang harus kita siapkan. Yang kita siapkan menurut saya sekarang ini adalah SDM kita,” katanya. (hfd/ant)