Beranda Hukum & Kriminal Priyanto dan Tika Ajukan Sebagai Justice Collaborator

Priyanto dan Tika Ajukan Sebagai Justice Collaborator

Kasus Mafia Bola

187
BERBAGI
PENJELASAN : Salah satu kuasa hukum Priyanto dan Tika saat memberikan penjelasan kepada media di Semarang, Minggu (10/2) kemarin. Alkomari/Jateng Pos
PENJELASAN : Salah satu kuasa hukum Priyanto dan Tika saat memberikan penjelasan kepada media di Semarang, Minggu (10/2) kemarin. Alkomari/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kuasa Hukum tersangka pengaturan mafia skor sepak bola Indonesia, Priyanto alias Mbah Pri dan Anik Yuni Kartikasari alias Tika mengajukan kliennya sebagai Justice Collaborator (JC). Hal itu disampaikan, Ignatius Kuncoro selaku kuasa hukum Priyanto dan Anik Yuni Kartikasari di Semarang, Minggu (10/2).

“Alasan kami mengajukan justice collaborator ini karena klien kami bukan pelaku utama, bukan aktor intelektualnya. Namun dalam kasus ini justru menjadi korban. Korban yang sudah tertimpa tangga, kesakitan pula,” ujarnya, kemarin.

Bersamaan dengan itu kliennya juga bersikap kooperatif dengan penyidik kepolisian yang menangani permasalahan ini. “Justice collaborator itu sudah kita ajukan, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” terangnya.

Pihaknya sendiri baru menandatangani soal penunjukkan sebagai tim kuasa hukum dari kliennya pada Jumat (8/10) kemarin. Sehingga dalam menentukan langkah, dirinya bersama tim kuasa hukum memiliki strategi sendiri.

“Kita tidak mungkin meminta penangguhan penahanan, kita juga pasti sulit meminta pengalihan penahanan. Paling ya kita nanti memintanya keringanan hukuman terhadap klien kami ini. Karena klien kami itu korban,” tegasnya.

Dikatakan, melihat pasal-pasal yang disangkakan terhadap kliennya, pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi persidangan kedepannya. Termasuk kemungkinan meminta pihak Satgas Anti Mafia Bola agar juga menyeret mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani sebagai tersangka karena berperan sebagai pemberi suap.

Permintaan ini muncul karena Mbah Pri dan Tika disangkakan melanggar pasal 3,4,5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap. Oleh pihak kuasa hukum, Mbah Pri dan Tika disebut sebagai penerima suap sementara Lasmi adalah pemberi suap.

“Penyidik Satgas Mafia Bola harus adil dan independen, jangan terkesan tebang pilih. Klien kami Mbah Pri dan Tika dijerat pasal suap. Nah sekarang siapa pemberi suap itu, Lasmi kan?,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kuncoro meminta penyidik tidak terkesan mempolitisir dalam mengembangkan kasus pengaturan skor. Terlebih melihat Lasmi yang saat ini tengah maju mencalonkan diri sebagai caleg dalam Pileg 2019.

Diketahui, Priyanto merupakan mantan Ketua Komite Wasit Asprov PSSI Jateng. Sementara Tika, merupakan wasit futsal di Asprov PSSI Jateng dan dalam kasus ini juga sebagia asisten pribadi Laksmi. (mar)

BERBAGI