Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Problematika Pembelajaran Sastra

Problematika Pembelajaran Sastra

BERBAGI
Winardi, S. Pd, M. Pd Guru SMA Negeri 1 Tangen
Winardi, S. Pd, M. Pd Guru SMA Negeri 1 Tangen

JATENGPOS.CO.ID, – Guru memegang peranan penting dalam meningkatkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan. Tugas utama guru adalah mendidik, membimbing, melatih siswa.  Guru disamping mempunyai wawasan pengetahuan yang luas juga harus mempunyai ketrampilan serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif. Kreatif dan Inovatif. Guru hendaknya berperan sebagai fasilitator yang bersikap akrab dengan memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali informasi.

Guru diberikekuasaan dalam melakukan proses belajar di kela sdalam menentukan bahan, methode dan alat dengan memperhatikan aspek yang relevaan sehingga dapat menuju proses belaja rmengajar yang aktif, inofatif, kreatif dan menyenangkan. Factor penentu dalam proses belajar mengajar guru harus ditingkatkan propesinalnya  agar pembelajaran dapat efektif. Salah satu hambatan yang sering mewarnai dalampembelajaran sastra adalah sulitnya membangkitkan dan menumbuh kanminat siswa .

Pembelajaran sastra pada dasarnya bertujuan agar siswa memiliki rasa pekaterhadapkaryasastra yang berharga sehingga siswa terdorong dantertarikuntukmembaca.  Dengan membaca karya sastra diharapkan para siswa memperoleh pengetahuan tentangmanusiadankemanusiaan, mengenai nilai-nilai dan mendapatkan ide-ide baru. Berikut ini merupakan factor penyebab kurangnya minat belajar sastra, 1)Rendahnya minat baca. Berbagai dayau paya guru dalam meningkat kan motivasi dan menumbuh kan minatbaca pada dirisiswa yang telahdilakukan dalam proses belajar mengajar ternyata belummendapatperhatianseriusdarisiswa. . Dalamarti pembelajaran yang disampaikan guru cenderung kurang ditanggapi secara positif oleh siswa. 2)Kurangtersedianya media baca  disekolah, sertakurang beragamnya media baca  yang  ada di perustakaan. Ketersediaan buku yang beraneka macam itu mempunyai daya tariktersendi dribagi siswa.  Pembacaakan lebih senang bahkan percayabah wabuku yang dicariatau dibaca ada.

3) Kurang tahu arti pentingnya sastra.Sastra sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, hanyasajasiswa kami belum menyadari arti pentingnya sastra.dan betapa besarnya manfaat yang diperoleh dari karya sastra tersebut.  Karya sastra puisi  yang sifatnya estetis, kalua kita bacaakan mendapatkan suatu keindahan , kesenangan bah kanakan menemukan romantika kehidupan.

4) Rendahnya pengetahuan guru tentang pembelajaran sastramisal, guru kurang menguasai materi, penggunaan methode yang kurang tepat, dan tidak ketersedianya media sebagai alat untuk pembelajaran sastra. 5)Pembagian waktu dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran Bahasa  Indonesia di SMA sangat kurang mencukupi. Dalam1 minggu disediakan waktu 45menit X 4.

Ssatra adalah unsur yang tak bisa dilepaskan dari bahasa dan seyogyanya diajarkan secara komprehensif. Guru merupakan aktor yang utamadalam proses pembelajaran. Sekolah sekolah kita sekarang ini sangat membutuhkan guru-guru yang propesional yang mampu membentuk dan mengembangkan sikap estetik, kefasihan membaca sastra dan meiliki potensi atau kemampuan mengajarkan sastra pada anak didik.

Bukudan media saranapendukung yang lain diharapkansegeraterpenuhidan yang takkalahpentingnya guru diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa dalam proses belajar  mengajar siswa aktif dan minat yang tinggi apabila mengikuti pembelajaran sastra.

Guru dapat memberikan penjelasan arti pentingnya membaca khususnyakarya-karyasastra dalam kaitanya kehidupan sehari-hari

 

Winardi, S. Pd, M. Pd

Guru  SMA Negeri 1 Tangen

BERBAGI