Beranda Teknologi Program Evaluasi Akun Joki Tunjukkan Gojek Indonesia Terapkan Iklim Persaingan Positif

Program Evaluasi Akun Joki Tunjukkan Gojek Indonesia Terapkan Iklim Persaingan Positif

484
Salah satu aktivitas pengemudi Gojek saat mensosialisasikan program Gojek Indonesia. Ilustrasi

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Gojek Indonesia sudah melaksanakan komitmen untuk memberikan kesempatan bagi semua mitra yang menggunakan akun bukan atas nama pribadi namun aktif beroperasi. Melalui Program Evaluasi Akun Joki, mitra yang bersangkutan diberikan satu kali kesempatan untuk dievaluasi.

Apabila lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun miliknya sendiri dan akun sebelumnya akan dinonaktifkan. Namun jika kedapatan melakukan pelanggaran berat, untuk menjaga iklim persaingan antar-mitra yang positif, akun tersebut akan diputus mitra.

Para mitra Gojek menilai, sejauh ini Gojek sangat transparan dalam menerapkan aturan dan sanksi terhadap mitranya. Salah satu mitra driver Gojek, Edy mengaku kejujuran dan kerja keras mejadi nilai yang ditanamkan Gojek kepada mitranya. Sehingga dipastikan mitra yang diputus adalah mitra yang telah terbukti melakukan pelanggaran. Termasuk yang dialami 17 mitra di Semarang yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO).

“Niat kami di sini semua kan kerja jujur, kerja benar, untuk menafkahi keluarga. Kenapa mereka tidak sampai lolos evaluasi? Dalam evaluasi ada beberapa persyaratan, pasti ada beberapa poin yang tidak dipenuhi dan terbukti melakukan pelanggaran berat, sehingga tidak lolos,” ujar Edy, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya, putus mitra merupakan konsekuensi bagi mitra yang melakukan pelanggaran berat seperti order fiktif, memakai aplikasi terlarang, menyelesaikan order tanpa mengantar, melakukan pelecehan terhadap pelanggan, dan pelanggaran berat lainnya, untuk mejaga ekosistem kerja mitra yang jujur dan, akun tersebut akan diputus mitra.

“Kalau teman-teman kemarin kasusnya setahu saya, ada yang pakai aplikasi MOD (hasil modifikasi) atau aplikasi tambahan dan segala macamnya. Itu larangan keras. Apapun aplikasi transportasi online yang kita gunakan. Mau banding sekalipun, kalau dia sudah menggunakan aplikasi seperti itu, sudah tidak bisa ditolerir,” tandas Edy yang sudah lima tahun menjadi mitra GoCar.

Menurut Edy, pelanggaran semacam itu, biasanya dilakukan para mitra yang ingin mendapat oderan dengan mudah tanpa bekerja keras. “Itu dilakukan oleh masing-masing individu driver,  menghalalkan segala cara, bekerja secara instan, agar orderan mudah dia dapat dengan cara-cara yang tidak sesuai standar”.

Edy pun cukup aktif mengedukasi rekan-rekan sesama driver online untuk tidak menggunakan aplikasi tambahan yang dilarang perusahaan.

“Padahal dari sistem PT GI, aplikasi tambahan tidak resmi seperti itu mudah terdeteksi, sehingga cepat atau lambat, suatu saat akan ketahuan dan dikenakan sanksi. Mungkin saja saat ini masih ada yang meggunakannya, tapi masih merasa aman, tapi jangan salah, suatu saat nanti ketahuan juga,” kata dia.

Menurut Edy, rekan-rekan yang melakukan aksi, sebelumnya pernah mendapatkan pemutihan dari pihak Gojek atas pelanggaran yang pernah dilakukan. Namun kesempatan kedua tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. “Mereka dulunya pernah mendapatkan “remisi” istilahnya. Tapi tidak bisa menjaganya. Sudah pemutihan malah mengulangi kesalah yang sama”.

Edy berpesan kepada rekan sesama mitra driver untuk bekerja dengan jujur. “Teman-teman di lapangan, kerjalah dengan jujur, cintailah pekerjaan kita ini, dengan begitu Insha Allah awet. Kejujuran dan kerja keras itu harus kita pegang teguh,” tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 17 mitra driver GoCar yang tidak lolos verifikasi akun menggelar aksi mogok makan di depan kantor Gojek Semarang, Rabu (23/9/2020). Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut tidak berlangsung lama, sebab tim dari Gugus Tugas COVID-19 dan jajaran Polres Semarang segera membubarkan aksi tersebut untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

Terkait dengan aksi itu, Head Regional Corporate Affairs Gojek Jabar, Jateng & DIY, Arum K. Prasodjo menyatakan Program Evaluasi Akun Joki sudah sangat transparan.

“Bersamaan dengan diluncurkan fitur Verifikasi Muka bagi seluruh mitra driver beberapa waktu lalu,  Gojek juga menjalankan Program Evaluasi Akun Joki, sebuah program yang memberikan kesempatan bagi semua Mitra yang menggunakan akun bukan atas nama yang bersangkutan namun aktif beroperasi, akan diberikan satu kali kesempatan untuk dievaluasi akunnya. Apabila mitra lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun miliknya sendiri dan akun sebelumnya  tersebut akan dinonaktifkan,” terangnya dalam keterangan pers.

Arum juga menegaskan untuk bisa lolos evaluasi, mitra yang bersangkutan harus memenuhi syarat tidak pernah melakukan pelanggaran yang berat.

“Proses evaluasi diukur dari penilaian terhadap kinerja akun tersebut serta ada-tidaknya pelanggaran berat seperti order fiktif, memakai aplikasi terlarang, menyelesaikan order tanpa mengantar, melakukan pelecehan terhadap pelanggan, dan pelanggaran berat lainnya,”ujarnya.